Rencana perekrutan Herman Dzumafo oleh pelatih Sriwijaya FC, Rachmad Darmawan langsung mendapat berbagai tanggapan. Pasalnya, Dzumafo dianggap sudah melewati masa emasnya dan akan menjadi pembelian yang sia-sia nantinya.

Selain itu, di posisi lini depan SFC saat ini pun sudah dihuni sejumlah pemain yang lebih mumpuni. “Ada Beto dan Dzhalilov yang mungkin akan menjadi pilihan utama nantinya. Sementara kualitas Airlangga Sucipto pun sudah terbukti di 2 musim terakhir bersama SFC, jadi rencana mendatangkan Dzumafo akan sangat bisa diperdebatkan,” ujar ketua umum Singa Mania, Ariyadi Eko saat dihubungi Minggu (17/12) sore.

Menurutnya, meski manajemen telah memberikan ruang seluas-luasnya bagi RD untuk membentuk skuad terbaiknya, namun harus tetap memperhatikan saran dan masukan dari sejumlah pihak. “Kewenangan pasti ada di tangan pelatih kepala yang nantinya akan meracik strategi di lapangan, namun tidak bisa berjalan sendiri. Dzumafo dalam beberapa musim terakhir pun sudah tidak terpakai di Liga 1 dan kemarin hanya bermain di level kedua yang persaingannya tidak seketat di kasta tertinggi,” jelasnya.

Walau telah diberikan kepercayaan dan tidak mendapat intervensi dari pihak manapun, pihaknya berharap tim pelatih SFC juga mempertimbangkan beberapa hal lainnya. “Selain faktor strategi, perlu juga dipikirkan mengenai kemampuan klub di sektor anggaran pembiayaan. Dengan harga yang harus dibayar nantinya, apakah sepadan dengan manfaat yang didapat, beliau juga perlu mempertimbangkan visi-misi klub SFC,” tegasnya.

Dalam beberapa musim terakhir, Ariyadi melihat manajemen telah memberikan kesempatan bagi pemain asli Sumsel dan binaan sendiri untuk berkembang di dalam tim SFC. “Mendatangkan pemain dengan budget besar lalu hanya akan duduk di cadangan rasanya kurang efektif, belajarlah dari musim lalu saat Bio Paulin tidak dapat dimaksimalkan selama kompetisi karena faktor cedera dan usia,” tambahnya.

Dirinya pun berpesan kepada manajemen untuk sangat teliti dalam proses pemeriksaan tes fisik dan kesehatan Dzumafo nantinya. “Tidak banyak striker gaek yang mampu bertahan di level tertinggi, Beto mungkin pengecualian karena di 2 musim terakhir bisa membuat gol di atas 20. Kalaupun nanti hasil tes medis tidak sesuai harapan atau standar, maka tidak perlu dipaksakan,” pungkasnya.

Artikel Terkait