Pelaksanaan pembukaan turnamen Piala Jenderal Sudirman, Selasa (10/11) yang ditandai dengan laga Arema Cronus melawan Persegres Gresik mendapat tanggapan dari manajemen Sriwijaya FC. Salah satu yang disorot adalah regulasi penggunaan 2 pemain U21 di laga yang akhirnya dimenangkan oleh tuan rumah dengan skor telak 4-1 tersebut.

Dalam laga perdana PJS ini, 2 pemain U21 Arema Cronus yakni M Junda dan Dio Permana memang langsung ditarik keluar saat babak pertama baru memasuki menit ke-12. Meski dapat memahami keputusan Joko Susilo, arsitek Singo Edan, namun asisten pelatih laskar wong kito Hartono Ruslan berharap ada penyempuraan aturan tersebut.

“Pasti setiap pelatih ingin meraih kemenangan di setiap laga dan apa yang dilakukan oleh pelatih Arema cukup bisa diterima. Apalagi aturan tersebut cukup mendadak diberitahukan ke tim peserta sehingga tidak cukup banyak waktu untuk mempersiapkan hal tersebut,” jelas eks pelatih Persik Kediri tersebut.

Namun kedepannya, dirinya berharap para pemain U21 yang dimainkan dapat punya waktu lebih lama di lapangan hijau. “Memang sedikit dilematis, di satu sisi  aturan tersebut sangat baik untuk pembinaan, namun gengsi turnamen ini juga besar sehingga pasti pelatih ingin memforsir kemenangan di setiap laga,” tambahnya.

Dirinya pun menyarankan ada waktu minimal bagi pemain U21 yang diturunkan di setiap pertandingan. “Misalnya satu babak, sampai water break dan jangan hanya sekedar jadi pemanis di lapangan yang langsung ditarik keluar. Mental pemain muda juga dapat turun jika cuma dimasukkan untuk memenuhi syarat tersebut,” tegasnya.

Seandainya aturan tersebut dapat diberitahukan dengan waktu yang cukup lama, pihaknya juga percaya seluruh klub dapat menjalankan serta memaksimalkan regulasi penggunaan 2 pemain U21. “Untuk SFC, kendala kami adalah disaat yang bersamaan ada babak kualifikasi PON wilayah Sumatera sehingga 3 pemain U21 harus bertanding dulu disana sebelum nanti menyusul bergabung di Malang,” pungkasnya.