PALEMBANG — Jelang tibanya hari raya Idul Fitri, di Palembang mulai terlihat marak kehadiran pengemis musiman. Munculnya para pengemis musiman tersebut mendapat perhatian Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Apriyadi.
“Jelas terlihat di lapangan masih banyak ditemui pengemis musiman. Dinas sosial provinsi telah beberapa kali melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota di Sumsel untuk mewaspadai dan melarang kegiatan orang yang meminta-minta terutama pengemis yang membawa anak balita,” katanya, Minggu (26/6).
Menurut Apriyadi untuk mengatasi para pengemis musiman tersebut, Dinas Sosial telah berulang kali mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memberi kepada pengemis atau orang yang meminta-minta. “Kita jangan melayani peminta-peminta itu apalagi yang ada di lingkungan masjid.”
“Dinas Sosial memang tidak melakukan razia pengemis musiman karena khawatir akan terjadi tindakan anarkis. Kita sudah mengimbau kepada seluruh pihak terkait untuk mewaspadai dan melarang. Jika memang keadaan sudah harus dilakukan razia kita akan turun ke lapangan untuk razia,” ujarnya.
Selain mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memberi kepada pengemiis musiman, Kepala Dinas Sosial Sumsel itu memberi saran, agar masyarakat yang ingin memberi atau berbagi di bulan Ramadhan bisa dengan cara menggelar buka puasa bersama dengan menyantuni anak-anak yatim sekaligus menjalin tali silaturahmi.
“Dengan cara ini kita harapkan dapat meminamalisir terjadinya eksploitasi anak yatim yang ada di panti asuhan dan pengemis musiman. Berbagai cara bisa kita lakukan agar anak panti tidak turun ke jalan untuk mengemis,” jelasnya.
Dinas Sosial Provinsi Sumsel pada Sabtu (25/6) telah melaksanakan acara berbuka bersama anak yatim di Hotel Swarna Dwipa. (juniara)

RelatedPost