PALEMBANG — Meski lawan harus bermain dengan 10 orang di babak kedua, namun Sriwijaya FC tetap gagal mengamankan poin penuh saat menjamu Perseru Serui, Rabu (2/8) malam di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang. Skor imbang di laga ini tidak berhasil membawa laskar wong kito keluar dari papan bawah dan tetap tertahan di posisi 15 klasemen sementara kompetisi Liga 1 Indonesia 2017 dengan poin 21.

Pelatih SFC Hartono Ruslan tidak dapat menyembunyikan kekecewaanya terhadap hasil ini. “Pemain SFC kurang bervariasi dalam melakukan serangan, di babak kedua saya sudah menginstruksikan agar mereka lebih kreatif. Tidak hanya mengandalkan umpan sayap, namun juga tusukan dari tengah. Absennya Hilton di laga ini sangat terasa,” keluhnya usai pertandingan.

Di laga ini, SFC sebenarnya juga sempat mendapat 1 tendangan penalti di menit 61 babak kedua. Namun sayang ekseksusi ini gagal diselesaikan dengan baik oleh Alberto Goncalves, sepakannya ke sudut kanan gawang masih mampu ditangkap dengan baik oleh Sukasto Effendi.

Selepas insiden penalti ini, laga kemudian berlangsung panas karena pemain Perseru terus melakukan aksi mengulur waktu dengan jatuh di lapangan dan harus mendapat perawatan dari tim medis. “Terus terang kami sangat terganggu dengan aksi tiduran pemain lawan di lapangan. Hal ini memecah konsentrasi pemain, saya tidak mengerti mengapa mereka diajari hal seperti itu, sesuatu yang sangar tidak sportif,” cetusnya.

Menurutnya, di babak kedua para pemainnya sempat mendapat angin dan mulai menemukan ritme terbaiknya. “Kami mulai enak bermain, tapi akhirnya harus turun lagi karena mereka mengulur waktu secara berlebihan. Wajar jika kemudian penonton di tribun pun akhirnya ikut emosi melihat hal ini,” tambahnya.

Sementara itu, pelatih Perseru Serui Agus Yuwono menolak anggapan anak asuhnya berlaku tidak sportif di laga ini. Dirinya berkilah apa yang dilakukan Artur Bonai dkk merupakan kontra strategi dan dinilainya sangat berhasil. “Kami sangat bersyukur, di tengah jadwal padat, kemudian di laga ini mendapat 1 kartu merah dan penalty, tetapi akhirnya mampu mencuri 1  poin. Tentu senang karena perjalanan jauh yang kami jalani dari Serui tidak sia-sia,” tegasnya.

Namun dirinya menyebut akan melakukan evaluasi keras terhadap 1 legiun asingnya yakni Boman Aime yang di laga ini mendapat kartu merah. “Tindakannya sangat konyol dan tidak pantas dilakukan seorang pemain asing. Untuk alasan apapun, membuka kaos di lapangan memang tidak diperkenankan, saya akan menyampaikan hal ini ke manajemen,” ujarnya.

Jalannya Pertandingan

Di babak pertama, Sriwijaya FC langsung mengambil inisiatif menyerang dan mengurung pertahanan Perseru Serui. Penguasaan bola pun hampir sepenuhnya dikuasai laskar wong kito, sementara tim tamu lebih banyak bertahan sembari mencoba melakukan serangan balik.

Peluang pertama diperoleh Alberto Goncalves di menit 12, namun akselerasinya mampu ditahan dengan baik oleh penjaga gawang skuad Cendrawasih Jingga, Sukasto Effendi. Begitu juga saat Yanto Basna naik membantu serangan di menit 23, namun meski terjatuh akibat terjadi kontak dengan pemain bertahan Perseru, wasit tidak meliup tanda terjadinya pelanggaran.

Menjelang berakhirnya babak pertama, sempat terjadi insiden saat 1 pemain Perseru yakni Lukas Mandowen terkapar di tengah lapangan dan harus mendapat perawatan dari tim medis. Pemain yang sempat lama bermain bagi Persipura ini bahkan harus mendapat tambahan oksigen dan akhirnya dibawa ke RS Bari Palembang guna dilakukan perawatan intensif. Skor imbang tanpa gol akhirnya menutup 45 menit babak pertama.

Di babak kedua, SFC langsung melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Firdaus Ramadhan mengganmtikan Bio Paulin. SFC yang terus menyerang akhirnya mendapat kesempatan emas mencetak gol melalui titik penalti di menit 61. Hukuman ini diberikan wasit Rully Ruslin setelah pemain Perseru Dian Mahrus terkena handsball di kotak terlarang. Namun peluang ini terbuang percuma karena sepakan lemah Beto berhasil diantisipasi oleh Sukasto Effendi.

SFC kemudian kembali melakukan pergantian pemain di menit 64 dengan mengganti TA Mushari dengan Yohanis Nabar di menit 64. Perseru sendiri akhirnya harus bermain dengan 10 orang setelah Boman Aime menerima kartu kuning keduanya di menit 67. Di 15 menit tersisa, supersub SFC Airlangga Sucipto juga dimasukkan sebagai pergantian terakhir, namun usaha ini belum membuahkan hasil dan laga pun berakhir imbang 0-0. (dedi)

Artikel Terkait