PALEMBANG — Menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Selatan, BNPB sudah menyiapkan tiga pesawat heli MI-17 dan satu Heli jenis Bolco untuk melakukan pemadaman melalui udara.

Beberapa Heli melakukan operasi pemadam udara baik dengan heli MI-17 maupun jenis Bolco, dan pedaman juga dapat dilakukan Satgas BPBD, Manggala Agni,  TNI-Polri Kemudian teman-teman dari masyarakat peduli api di lapangan.

Plt Kepala BPBD Iriansyah, rabu (02/08/2017) menyampaikan BPBD sudah membentuk posko kebakaran hutan dan lahan di tiap-tiap titik Desa yanng rawan sebagai salah satu upaya untuk pencegahan Dini.

“Ketika ada api kecil apapun seperti apapun harus sudah kita padamkan oleh teman-teman Satgas BPBD Manggala Agni TNI Polri di lapangan, dan ketika ini tidak bisa ditanggulangi melalui darat jadi tim operasi pemadam udara juga bersama-sama untuk memadamkan,” urainya.

Lebih lanjut ia menyampaikanl sesuai arahan Gubernur, provinsi Sumsel sudah menerapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan, yang dikomandani oleh Dansatgas Kolonel Inf Kunto Arief Wibowo yang juga sebagai Danrem 044/Gapo. Dilanjutkannya, bersama-sama dengan TNI Polri, Manggala Agni  semua perusahaan perkebunan untuk menjaga kondisi daerah jangan sampai ada kebakaran hutan dan lahan.

” Oleh sebab itu dari awal kita harus siaga, jadi teman-teman Manggala Agni, TNI-Polri dan BPBD bersama-sama melakukan patroli di desa desa yang rawan kebakaran hutan dan lahan,” uajrnya.

Hingga kini ada jumlah hotspot tersebar di 16 titik ada ada di OI, Muba Banyuasin Muara Enim, Pali ada di Mura, dan Muratara, sehingga semua secara menjaga untuk tidak terjadi lagi kebakaran lahan. (dil)

Artikel Terkait