PALEMBANG — Setelah putusan hukum atas perkara Bupati Empat Lawang Budi Antoni Aldjufri dan Bupati Musi Banyuasin (Muba) Pahri Azhari memiliki kekuatan hukum tetap, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin mengirim surat pemberhentian kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk meminta surat keputusan (SK) pemberhentian terhadap dua kepala daerah tersebut.
“Gubernur sudah mengirimkan suratnya kepada Mendagri dan sekarang sedang menunggu SK pemberhentian dari Mendagri. Suratnya sudah dua minggu yang lalu kita kirimkan, saat ini sedang diproses di Kementerian Dalam Negeri,” kata Kepala Biro Otonomi dan Kerjasama Pemprov Sumsel Amsin, Kamis (16/6).
Menurut  Amsin dengan sudah memiliki kekuatan hukum tetap atas putusan pengadilan dari dua bupati tersebut maka proses selanjutnya pemberhentian dan pengangkatan Wakil Bupati Empat Lawang dan Wakil Bupati Muba menjadi menjadi bupati definitif.
Proses yang dilalui selanjutnya setelah SK pemberhentian diterima, Pemerintah Provinsi Sumsel akan membuat surat dan menyampaikan SK pemberhentian kepada DPRD Empat Lawang dan DPRD Musi Banyuasin untuk melaksanakan sidang paripurna pemberhentian Budi Antoni Aldjufri dan mengusulkan Syahril Hanafiah sebagai bupati definitif yang sekaligus pemberhentian Syahril Hanafiah sebagai wakil bupati.
“Proses yang sama juga akan berlaku terhadap Bupati Muba Pahri Azhari dan Wakil Bupati Beni Hernedi. Kemudian hasil keputusan paripurna disampaikan kembali kepada Gubernur dan Mendagri untuk diterbitkan SK penetapan sebagai bupati dan pelantikannya dijadwalkan di ibukota provinsi,” kata Amsin.
Pada proses pengisin jabatan wakil bupati menurut Amsin, antara Kabupaten Empat Lawang sama dengan Kabupaten Musi Banyuasin. “Hanya saja perbedaannya pada Wakil Bupati Musi Banyuasin tidak perlu pemilihan lagi mengingat masa jabatan tidak sampai 18 bulan. Untuk Wakil Bupati Empat Lawang prosesnya sama dengan pemilihan Wakil Walikota Palembang, partai pengusung dan pendukung mengajukan calon dan dipilih DPRD,” ujarnya. (juniara)

RelatedPost