PALEMBANG — Pada Ramadhan tahun ini, ada suasana berbeda pada para pemain Sriwijaya FC dalam menjalani ibadah puasanya. Setiap menjelang waktu berbuka puasa, para sudah berkumpul di Masjid Ar Rahman yang terletak di kawasan Jakabaring Sport City (JSC).
Masjid yang terletak di depan gerbang Wisma Atlit Jakabaring ini setiap menjelang berbuka selalui ramai dikunjungi warga dan berbuka puasa di masjid tersebut. Suasana berbeda pun terlihat, di Masjid Ar Rahman setiap harinya para punggawa Sriwijaya FC yang mempersiapkan takjil bagi para jemaah yang akan berbuka puasa.
Seperti Rabu (8/6) petang, beberapa pilar klub berjuluk Laskar Wong Kito sibuk membagikan takjil kepada para jamaah. Firman Utina dan kawan-kawan seperti M Ridwan, Supardi Nasir, Achmad Jufrianto, Wildansyah dan Eka Ramdani melayani masyarakat yang hendak berbuka puasa bersama di masjid Ar Rahman.
Paa pemain pun mendapat tugas masing-masing. Kapten Sriwijaya FC Supardi Nasir bersama Achmad Jufrianto kebagian jatah mempersiapkan es buah, pemain lainnya membagikan minuman dan takjil yang sudah disiapkan.
Menurut Supardi, tradisi buka bersama dan shalat berjamaah udah dilakukannya sejak dulu. “Tidak hanya di bulan puasa, sehari-hari pun sejak bergabung di Sriwijaya FC dan tinggal wisma atlet kami selalu menyempatkan diri shalat berjamaah, apalagi lokasinya pun sangat dekat dan cukup berjalan kaki,” kata mantan tim PON Sumsel 2004.
Selain itu Supardi juga mengaku menikmati suasana kebersamaan dengan umat muslim lainnya saat berbuka puasa di Masjid Ar Rahman. “Setelah berbuka dan shalat berjamaah di masjid kami baru makan bersama di wisma atlet,” ujarnya.
Buka puasa bersama dan shalat berjamaah di Masjid Ar Rahman juga melibat ofisial Sriwijaya FC lainnya, mulai dari fisioterapi Kitman, masseur hingga bagian umum perlengkapan. Untuk muazin yang bertugas David sopir tim Sriwijaya FC dan pemukul beduknya adalah Yudho Darmawan masseur tim.
Seorang jamaah Faisal warga Perumnas Kenten mengaku salut dengan kebersamaan tim Sriwijaya FC musim ini. “Tadi saya awalnya malu,  namun mereka mengajak untuk buka puasa bersama. Saya tidak sengaja datang karena sedang menunggu anak yang tengah tes polisi di wisma atlet. Semoga kebersamaan ini terus terjaga dan menjadi modal untuk meraih gelar juara ISC,” katanya. (dedi)

RelatedPost