PALEMBANG — Meski mendukung penuh langkah demi memajukan sepakbola nasional, namun pemain muda Sriwijaya FC Zalnando mengaku memiliki pandangan berbeda terkait rencana kebijakan regulasi baru di ajang kompetisi Liga Indonesia 2017 nanti. Salah satunya adalah pembatasan usia serta kewajiban memainkan sejumlah muda di setiap pertandingan nantinya.

Menurutnya, dengan aturan baru tersebut menurutnya bisa membuat para pemain muda berada di wilayah aman dan justru menjadi tidak berkembang. “Seperti di SFC. motivasi kami sangat tinggi karena banyak pemain senior yang berkualitas. Itu membuat para pemain muda sangat bangga bermain di klub kasta tertinggi,” ujar alumus SFC U21 ini.

Pemain kelahiran Bandung 25 Desember 1996 ini menyebut pemain senior menjadi tolak ukur agar terus berkembang di dunia sepakbola. “Kami bisa latihan bersama dan menilai kemampuan. Selain itu, bisa menjadi semangat tambahan saat latihan atau bertanding apakah kami bisa melampaui mereka, itu yang membuat kami berkembang,” jelasnya.

Pemain yang pernah menimba ilmu di SAD Uruguay ini juga berharap agar rencana PSSI tersebut dapat ditinjau ulang. “Harapannya kembali normal seperti semula, namun jika memang untuk kemajuan sepakbola tidak ada salahnya dicoba, tetapi perlu ada evaluasi apakah nanti efektif,” tambahnya.

Sebelumnya Federasi sepakbola Indonesia PSSI memiliki beberapa wancana regulasi dirasa bisa mengancam format tim mengarungi kompetisi nanti. Salah satu regulasi terbaru yang menjadi perdebatan adalah terkait umur. Klub atau tim hanya boleh merekrut 2 pemain yang berusia di atas 35 tahun nantinya.

Selain itu, PSSI juga menambahkan beberapa aturan lain. Yakni, setiap klub wajib memasukkan lima pemain muda dibawah 23 di line up dan 3 orang dimainkan sejak menit awal, kemudian memangkas penggunaan pemain asing dengan menggunakan 2+1 (2 bebas dan 1 Asia). (Dedi)

RelatedPost