Penyerang Sriwijaya FC, Patrich Wanggai merasa heran dengan keputusan wasit Iwan Sukuco yang mengeluarkan dirinya dari lapangan hijau saat melawan Persija Jakarta, Rabu (25/11) kemarin. Apalagi bila alasan yang diutarakan adalah dirinya memukul pengadil di lapangan tersebut.

Penyerang asal Papua ini pun menjelaskan kronologis kejadian yang terjadi sebelum insiden yang membuatnya diberi 2 kartu kuning oleh Iwan Sukuco. “Awalnya saya mempertanyakan kenapa dia hanya diam saja saat Achmad Hisyam Tolle dilanggar keras oleh Raphael Maitimo, alasan wasit karena advantage untuk SFC, kalau memang seperti itu tentunya saat bola mati dia akan memberikan kartu untuk Maitimo, tapi nyatanya hanya diam saja,” jelas Patrich.

Kemudian saat dia melakukan pelanggaran untuk pertama kalinya, Iwan langsung mengganjarnya dengan KK tanpa memberikan peringatan terlebih dulu. “Saya kemudian memprotes aksinya tersebut, memang saya sedikit keras bertanya karena ada rasa kecewa terhadap keputusan wasit. Tapi kemudian dia malah memberi kartu kuning lanjutan, katanya saya sudah memukul dia. Itu yang kemudian membuat saya bertambah emosi,” ungkapnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh manajer SFC, Nasrun Umar yang menilai wasit telah menodai laga melawan Persija Jakarta dengan sejumlah keputusan kontroversial. “Di babak kedua, wasit memang memberi kami penalti, tapi hukuman itu memang layak diberikan karena pemain SFC, TA Musafri sampai harus dilarikan ke RS usai pertandingan karena mesti dirontgen untuk memastikan luka bekas sikutan OK Jhon tidak parah,” ujar Kepala Dinas Perhubungan dan Kominfo Sumsel ini.

Dirinya pun kembali mengulang pernyataannya sebelumnya yang menyayangkan keputusan Mahaka Sports and Entertainment selaku panpel turnamen PJS yang masih menugaskan wasit bermasalah di lapangan.
“Lalu mengapa juga Iwan Sukuco bisa memimpin pertandingan klub yang sama 2 kali berturut-turut. Mahaka harus memberikan penjelasan agar klub mengerti, apakah memang tidak ada lagi wasit lain yang bisa bertugas,” tanyanya.