Palembang – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P memastikan pihaknya bersama Polri dan unsur terkait akan bekerja all out mengamankan ancaman asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah), pada hajatan besar Asian Games XVIII 2018 yang dimulai 18 Agustus hingga 2 September mendatang.

Pernyataan tersebut diungkapkannya usai memimpin  Apel Komando Operasi Kebakaran Hutan dan Lahan dalam Rangka Pengamanan Asian Games XVIII 2018, di halaman Griya Agung Jumat (3/8).

Dalam acara tersebut tampak hadir juga Kapolri Jenderal Polisi Prof. Drs. H.M Tito Karnavian M.A., Ph.D, Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Irwan, S.I.P., M. Hum, Kapolda Sumsel Irjen. Pol. Drs. Zulkarnain Adinegara, serta sejumlah pejabat negara lainnya.

Saat diwawancarai usai memimpin apel komando, Panglima TNI Hadi Tjahjanto, menjelaskan untuk menghadapi ancaman tersebut pihaknya sudah melakukan upaya pencegahan menggunakan tiga cara sejak awal. Hal itu dilakukan tak lain demi kelancaran dan keamanan penyelenggaraan perhelatan internasional Asian Games yang akan diikuti 45 negara.

Ketiga cara tersebut antara lain melalui konsep pembasahan gambut, konsep ini dilakukan dengan cara dari udara dengan memanfaatkan teknologi modifikasi cuaca. Terlebih dalam bulan-bulan ini terjadi siklon di wilayah Filiphina yang dapat dimanfaatkan karena bisa disemai menjadi hujan.

Selain memodifikasi teknologi cuaca, cara kedua adalah dengan memonitor gambut agar tetap selalu dalam kondisi basah. Untuk mendukung hal ini pihaknya mengaku sudah menyiapkan berbagai alat khusus dari beberapa unsur dan mitra.

Kemudian yang ketiga adalah dengan melakukan operasi darat di 55 desa yang paling berpotensi terjadi kebakaran hutan dan lahan dengan menempatkan sejumlah pasukan dari TNI dan Polri. Mereka ini kata Panglima ditempatkan setiap waktu bahkan tidur di lokasi agar dapat terus memantau jika terjadi kebakaran.

” Palembang ini salah satu tempat kegiatan Asian Games XVIII 2018. Kita sudah prediksi kemungkinan  ancaman, gangguan dan hambatan. Dan tantangan di Palembang ini adalah kemungkinan ancaman asap yang ditimbulkan. Untuk itu kami TNI, Polri, BNPB dan mitra melakukan upaya pencegahan agar Asian Games ini aman dan lancar,” jelasnya.

Mengacu dari strategi yang sudah dipersiapkan dengan matang tersebut, Panglima TNI meyakini ancaman asap bisa ditekan semaksimal mungkin. Sehingga tidak akan mengganggu jalannya pelaksanaan kompetisi olahraga bergengsi tersebut.

“Saya berkeyakinan dengan laporan Satgas Karhutla, pesta Asian Games nanti khususnya di Palembang tidak akan terganggu asap. Kita all out untuk Asian Games,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Polisi Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian M.A., Ph.D juga menegaskan bahwa penyelenggaraan Asian Games XVIII 2018 ini bukan semata urusan pemerintah pusat atau daerah melainkan urusan bangsa.

Dalam hal ini citra bangsa juga ikut dipertaruhkan pada kesuksesan penyelenggaraan. Karena itu dia berharap semua komponen bangsa harus bersatu padu saling membantu kesuksesannya.

“Tidak peduli siapapun, pemerintah maupun masyarakat harus bekerja sama untuk menjaga ini. Siapa yang tidak mendukung berarti berkhianat pada bangsa,” ujarnya.

Terkait penegakan hukum untuk pelaku pembakaran lahan, diakui Kapolri telah mereka lakukan dengan beberapa tahapan mulai dari preventif, kuratif hingga represif.

Dia bahkan mengaku sudah memerintahkan Kapolda, Kapolresta dan Kapolres beserta jajaran untuk menangkap dan memproses siapapun yang melakukan pembakaran.

” Dari Mabes Polri kami juga turunkan tim dari Bareskrim. Dan saya sudah sampaikan siapapun yang membakar lahan segera proses dengan tindakan hukum untuk memberikan efek jera bagi yang lain,” papar Tito.

Namun untuk masyarakat di desa yang mungkin belum mengetahui hal ini, Tito berharap juga ikut diberikan sosialisasi baik itu oleh Babinkamtibmas, Babinsa hingga kepala desa khususnya di 55 desa yang terdata sebagai desa paling berpotensi terjadinya kebakaran lahan.

” Ada dua orang yang sudah diproses hukum dan tadi pagi tim dari Bareskrim juga sudah kita kumpulkan kita genjot terus untuk pelaku agar ditangkap dan diproses sesuai undang-undang yang berlaku,” jelasnya.

Sebelum memimpin Apel Komando, rombongan Panglima TNI, Kapolri beserta Gubernur Sumsel terlebih dahulu menerima paparan kondisi terkini terkait antisipasi atas ancaman karhutla dari Danrem 044/Gapo Kolonel Inf Iman Budiman, S.E yang juga Komandan Satgas penanganan Karhutla Sumatera Selatan (Sumsel) serta mitra PT APP Sinarmas di Ruang Rapat Gubernur di Griya Agung selama kurang lebih 20 menit.

Selanjutnya usai apel, rombongan ini juga turun ke lapangan apel untuk mengecek langsung kesiapan masing-masing satgas. Satu persatu satgas didatangi seperti  Manggala Agni (KLHK), Masyarakat Peduli Api (MPA) dan tim terpadu lainnya.

Artikel Terkait