PALEMBANG — Harga daging sapi pada beberapa pasar tradisional di Palembang masih berkisar antara Rp120.000 – Rp130.000/ kg. Untuk menekan harga daging sapi di pasar, Bulog pun mengguyur daging sapi ke masyarakat melalui operasi pasar (OP).

Hasilnya, hanya dalam sepekan melalui OP Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Sumatera Selatan (Sumsel) dan Bangka Belitung (Babel) sudah terjual sekitar 5,5 ton daging sapi yang dijual pada beberapa lokasi di Palembang.

“Daging sapi sudah terjual sebanyak 5,5 ton dengan harga Rp80.000 per kilogram. Jumlah tersebut identik dengan sekitar 300 ekor sapi yang dipotong,” kata Kepala Bulog Divre Sumsel-Babel Samsul Siri, Rabu (15/6).

Menurut Samsul Siri saat hadir pada pembukaan pasar murah Ramadhan di depan kantor Gubernur Sumsel menjelaskan, operasi pasar daging yang menjual daging impor beku sebagai upaya menjaga keseimbangan gejolak harga bahan pangan yang terus merangkak naik pada bulan Ramadhan dan menjelang hari raya Idul Fitri.

Melihat kebutuhan pasar yang semakin meningkat, menurut Samsul Siri, Perum Bulog Divre Sumsel – Babel akan menambah stok daging sapi hingga cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pada operasi pasar murah Ramadhan tersebut, Perum Bulog mempersiapkan stok satu ton daging sapi beku yang dalam waktu sekitar satu jam habis terjual. Pada pasar murah tersebut juga dijual gula pasir dengan harga Rp13.000 / kilogram serta beras dan minyak goreng yang dijual di bawah harga pasar.

Sementara itu menurut  Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumsel Permana, untuk operasi pasar daging tahap pertama Bulog telah mengirimkan sebanyak tujuh ton daging sapi impor dan tahap kedua direncanakan akan dikirim sebanyak empat ton.

“Sejak awal Ramadhan kita telah menyiapkan 11 ton daging sapi dan 10 ton lagi masih kita order untuk persiapan jelang lebaran nanti. Untuk menyimpan stok daging tersebut, kita juga masih berkoordinasi untuk tempat penyimpanannya karena kita masih kekurangan fasilitas penyimpanan,” kata Permana.

Permana mengharapkan operasi pasar dapat menekan gejolak harga pangan di pasar. “Kita hanya memfasilitasi masyarakat untuk harga yang lebih murah, karena selama Ramadhan dan menjelang lebaran kebutuhan meningkat otomatis harga akan naik. Jadi kembali kepada masyarakat, mau membeli daging segar di pasar langsung atau daging impor yang telah kita siapkan?” ujarnya. (juniara)

RelatedPost