Setelah 10 hari berlatih, Sriwijaya FC kini mulai memasuki tahap akhir persiapan untuk menghadapi Piala Presiden 2015. Sesi latihan pun kini lebih banyak diprioritaskan untuk persiapan taktik menghadapi pesaing di Grup B Piala Presiden 2015 yakni tuan rumah Arema Cronus, PSGC Ciamis dan Persela Lamongan.

Dalam sesi latihan yang digelar Kamis (27/8) pagi di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang, pelatih kepala Beny Dollo membagi pemain menjadi 2 tim berdasarkan posisi. Pemain lini tengah dan depan mendapat pengawasan langsung darinya dan latihan lebih banyak ditekankan kepada variasi serangan dan penyelesaian akhir di kotak penalti. Sementara pemain bertahan mendapat porsi latihan khusus dari asisten pelatih Hartono Ruslan.

Sebelum latihan usai, duet pelatih tersebut pun mengadakan sesi khusus latihan tendangan penalti yang diikuti oleh pemain. Terkait tendangan 12 pas ini, Bendol menjelaskan bahwa dirinya memang harus menyiapkan algojo penalti mengingat di dalam pertandingan nanti sangat mungkin terjadi SFC mendapat tendangan hukuman tersebut. Dirinya pun seolah tidak ingin mengulangi kesalahan saat kompetisi Qatar National Bank (QNB) 2015 lalu saat anak asuhnya menyia-nyiakan tendangan penalti ketika menjamu Semen Padang pada laga pertama di kandang yang berujung hasil imbang bagi SFC.

“Tendangan penalti itu mental yang berbicara, karena sebaik apapun teknik yang dipunya pemain, tapi jika dirinya tidak siap maka akan percuma. Di sesi latihan ini kami ingin mereka agar membiasakan diri di situasi tersebut,” jelas eks pelatih timnas ini. Dirinya juga mengelak jika latihan ini sebagai persiapan khusus menghadapi regulasi khusus dari Mahaka Sports and Entertainment yang menyebutkan seluruh pertandingan di putaran grup akan diselesaikan dengan adu penalti jika memperoleh hasil imbang selama 90 menit.

“Soal regulasi tersebut memang sempat menjadi perhatian kami. Awalnya melalui media kami sudah mendengar soal adu penalti itu, namun beberapa hari yang lalu sekretaris PT SOM mengirimkan revisi terbaru dan menyebutkan bahwa tidak ada mengenai hal tersebut. Pertandingan tetap mengenal adanya hasil imbang, namun kami tetap menyiapkan eksekutor untuk bersiap, tetapi semoga di manager meeting nanti hal ini dapat dipertegas,” harapnya.

Saat uji coba melawan PS Unsri, dirinya pun mengaku akan mencoba melakukan simulasi menghadapi Piala Presiden. Termasuk adanya aturan water break pada menit 30 di setiap babak. “Kami tidak akan melihat hasil akhirnya, namun bagaimana pemain mengerti dan memahami skema yang akan kita mainkan. Transisi dari bertahan ke menyerang juga akan menjadi perhatian khusus, karena di QNB League 2015 lalu banyak gol kemasukan SFC berasal dari serangan balik yang cepat,” pungkasnya. Skuad SFC sendiri dijadwalkan akan bertolak ke Malang pada Minggu (30/8) mendatang.