ANTI ANRKOTIKA  — Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) yang diperingati setiap 26 Juni, di Sumatera Selatan (Sumsel) peringatannya dilaksanakan 27 Juni 2016 di Graha Bina Praja Pemerintah Provinsi Sumsel. Peringatan dihadiri Wakil Gubernur Sumsel Ishak Mekki.
Dalam sambutannya Ishak Mekki mengatakan, “Berbagai capaian telah dilakukan BNN dalam menanggulangi permasalahan narkoba, diantaranya dari 2015 sampai Juni 2016 sebanyak 705 warga di wilayah rawan telah mendapat pelatihan peningkatan kemampuan sebagai upaya dibidang pencegahan, serta telah terungkap 1.015 kasus kejahatan narkotika dengan tersangka sebanyak 1.681 orang.”
Menurut Kepala BNN Provinsi Sumsel Brigjen Pol M Iswandi Hari, saat ini BNN Provinsi Sumsel berada di peringkat ke-21 di Indonesia dengan prevalansi 1.74 persen, dengan jumlah pemakai 102.943 jiwa dan masih ada 5,8 juta jiwa yang harus diselamatkan dari penyalahgunaan narkoba.
“Saat ini Sumsel tidak termasuk dalam 11 provinsi yang berbahaya di Indonesia, namun bukan berarti kita menjadi lengah tetapi harus terus berupaya maksimal,” katanya.
Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional menurut Iswandi, ditujukan untuk menjauhkan putra-putri dari kejahatan narkoba yang akan memberikan dampak tidak baik dari segi kesehatan, sosial ekonomi, dan keamanan.
“Sebagai Kepala BNN Sumsel, saya sudah keliling di Sumsel dalam memberantas narkoba. Mari kita kunci agar narkoba tidak masuk dalam otak kita semua,” pesannya.  (Foto : Humas Pemrov Sumsel)

RelatedPost