PALEMBANG — Prestasi kontingen Sumsel pada Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQ-N) ke-26 di Nusa Tenggara barat (NTB) meningkat dibandingkan perhelatan MTQ Ke 25 di Pekan Baru tahun lalu, pasalnya tahun ini Sumsel berhasil menyabet mendali emas cabang Musabaqah Makalah Ilmiah al Quran (M2IQ).
Meskipun target masuk dalam 5 besar tidak terpenuhi, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) H. Ahmad Nasuhi menjelaskan bahwa usaha yang telah di lakukan sudah maksimal dan kita sudah meningkatkan prestasi dari sebelumnya.

“Usaha maksimal sudah di lakukan  44 peserta tersebut, hanya saja ada faktor x yang berkaitan dengan demam panggung, lalu jam tanding mereka, jadi memang perlu kedepan harus mempersiapkan psikologis, karena kejiwaan mereka yang harus di bangun,” ujar Ahmad Nasuhi senin (08/8) di Bandiklat Sumsel.

Kedepan, kata Nasuhi pemprov Sumsel akan meningkatkan kemampuan peserta MTQ untuk mencapai prestasi yang lebih baik. ” Nanti kita tekankan untuk ada TC ( Training Center) yang lebih intensif, hingga kekurangan tahun ini akan kita benahi, jadi kita evaluasi nanti” tegasnya.

Senada dengan Kepala Seksi MTQ, H Ikrar SAg, MM, mengatakan pihaknya sudah melakukan pembinaan secara baik, memang yang paling berperan dalah kesra ( biro kesra pemprov sumsel, Red), mereka bersama LPTQ. “Kalau dikatakan kita tidak maksimal, cuma provinsi lain lebih maksimal, kedepan akan melakukan evaluasi bersama kesra dan LPTQ,” Ujar H Ikrar di ruang kerjanya Senin ( 08/8).

Dibanding prestasi pada MTQ 25 di pekan baru  ada peningkatan  prestasi, ditanya dalam persiapan, H. Ikrar mengatakan bahwa persiapan sudah cukup matang, dari tinggat kelurahan desa, kecamatan, kabupaten /kota, kemudian diseleksi ditingkat provinsi. “Dari situ sudah kelihatan, kan ada peserta yang terseleksi dari tingkat paling kelurahan sampai provinsi,” ungkapnya.

Untuk evaluasi untuk prestasi kedepan ditambahkan H Ikrar peningkatan Pembinaan, yaitu akan diusulkan kepada gubernur melalui kesra provinsi, demi prestasi harus  melakukan Training atau Pelatihan menjelang perlombaan agar bisa mengkontrol peningkatan kemampuan peserta. “Nanti kita usulkan, kita lihat kalo cabang olaraga itu ada pelatdanya, maka untuk meningkat kemampuan, kita akan usul sebelum berangkat kita ada pelatihan, bila perlu kita akan panggil pelatih/ qori tingkat nasional,”  harapnya.

Menurutnya, Kemenag Sumsel saat ini hanya pada pembinaan untuk masalah anggaran dan reward untuk itu wewenang gubernur Sumsel, dan untuk prestasi kedepan ketiga pilar Kemenag, LPTQ dan Pemerintah Sumsel melalui Biro Kesra agar  mencari solusi demi pretasi.  “kita maksimalkan kerjasama, harus full kerjasama, muda-mudahan kedepan kita akan berprestasi,” tutupnya. (juniara).

Related Post