Sriwijaya FC sukses mengawali turnamen Piala Jenderal Sudirman dengan hasil positif setelah meraih poin penuh usai mengalahkan Persegres Gresik dengan skor tipis 1-0, Kamis (19/11) sore di stadion Kanjuruhan Malang. Titus Bonai menjadi pahlawan bagi laskar wong kito setelah mencetak satu-satu golnya di laga ini di menit 31 babak pertama.

Pelatih SFC, Beny Dollo mengaku meskipun memenangkan pertandingan namun dirinya mengakui anak asuhnya masih menunjukkan beberapa kelemahan di laga ini. “Tentu yang sangat terlihat adalah adalah penyelesaian akhir, saya mencatat ada 27 shoot on goal yang kami hasilkan, 10 diantaranya mengawah tepat ke gawang tapi hanya 1 yang berbuah gol,” ujar eks pelatih timnas senior ini.

Dalam laga ini, keberuntungan memang seperti menjauh dari Tibo dkk setelah beberapa kali peluang bersih yang dihasilkan membentur tiang gawang atau diselamatkan penjaga gawang Persegres, M Sandi. Menurutnya, keputusan dirinya mencadangkan duo Patrich Wanggai dan Ferdinan Sinaga juga bagian dari strategi serta melihat kemampuan rekrutan anyarnya.

“Tadi sengaja kita pasang dari awal, sehingga tahu kemampuan fisiknya. Untuk Simone Quintieri, menurut saya meski punya umpan yang bagus, tapi fisiknya masih jauh dari harapan,” ungkapnya. Hal yang sama juga diakui Bendol terlihat pada 7 pemain SFC yang mengikuti turnamen Habibie Cup di Makassar. “Mereka harus bermain 5 laga dalam 12 hari, tentu akan sangat berpengaruh dan saya lihat hari ini bukan penampilan terbaik SFC,” ujarnya.

Penjaga gawang SFC, Dian Agus sendiri mengaku bahwa kerjasama antar lini SFC belum berjalan dengan baik. “Laga perdana selalu sulit, jadi kemenangan ini sangat penting. Sama seperti Piala Presiden lalu, meski terlihat pelan namun progres tim harus meningkat di setiap pertandingan. Adanya regulasi penggunaan pemain U21 juga membuat kami harus beradaptasi lagi, sejauh ini kami sudah mengawali turnamen PJS dengan baik,” ujar pemain asal Ponorogo ini.

Sementara itu, pelatih Persegres Widodo C Putro mengakui anak asuhnya kurang bermain maksimal di laga ini. “Terutama di babak pertama, awalnya kami sudah menyiapkan skema menyerang sejak menit awal, namun tidak berjalan dengan baik. Baru di 45 menit kedua pemain kami mampu memberikan tekanan,” ungkap eks striker timnas ini.

Hujan yang turun sepanjang laga juga diakuinya membuat seluruh pemain mendapat kesulitan mengembangkan permainan. “Tapi bukan hanya kami yang kesulitan, SFC pun juga sama. Jika melihat skor, tentu kami kecewa karena siapapun pasti membenci kekalahan. Cuma dari sisi permainan, kami lebih baik bila dibandingkan laga perdana,” ujarnya.

Meski sudah mengantongi 2 kekalahan, Widodo sendiri enggan melempar handuk untuk merebut 1 tiket ke babak 8 besar. “Sepakbola bukanlah hitung-hitungan, saya pribadi selalu menekankan agar pemain bekerja keras hingga pertandingan terakhir. Dua laga yang sudah kami lakoni akan kami evaluasi dan perbaiki di sisa turnamen ini, Persegres akan terus berjuang,” tegasnya.