Esteban Viscarra sempat diprediksi akan masuk ke dalam starting eleven Sriwijaya FC saat menantang tuan rumah Bali United, Rabu (14/2) malam di stadion I Wayan Dipta Gianyar. Pasalnya, selain punya kualitas yang sangat baik, 1 posisi di lini depan laskar wong kito memang mengalami kekosongan setelah Manucechr Dzalilov harus absen di laga ini karena menjalani hukuman akumulasi kartu kuning.

Namun pelatih SFC Rahmad Darmawan akhirnya lebih memilih Nur Iskandar di posisi sayap kiri mendampingi Alberto Goncalves dan Malan Konate. Tentu keputusan ini mendatangkan sejumlah pertanyaan, mengapa Viscarra tetap disimpan di bangku cadangan oleh tim pelatih SFC.

RD sendiri menyebut pemilihan pemain yang akan diturunkan di setiap pertandingan memang berdasarkan kesiapan pemain dan kebutuhan taktik strategi di lapangan. “Bukan karena pemain itu tidak bagus, di tim SFC pun semua punya kesempatan bermain yang sama. Walaupun Viscarra tidak bermain sejak menit awal, namun dia tetap menjadi bagian penting buat kami kedepannya,” ujar RD usai pertandingan.

Saat dikonfirmasi, Viscarra sendiri mengaku menyerahkan semua keputusan ke tim pelatih yang dianggapnya lebih mengerti mengenai strategi di lapangan. “Saya hanya fokus dan siap jika diturunkan serta memberikan penampilan yang maksimal,” ujarnya singkat.

Namun persiapan pemain asal Argentina ini memang menyebut sempat absen di sesi latihan jelang semifinal dikarenakan harus mengurus proses naturalisasinya yang saat ini sudah memasuki tahap akhir.

Selain itu, RD juga menyebut dirinya bertanggung jawab terhadap semua yang terjadi di lapangan. “Mulai dari pemilihan pemain, pergantian ataupun yang lainnya. Saat kami menarik keluar Beto di menit akhir, itu juga bagian strategi karena saya perlu target man di lini depan yang kuat di bola udara dan peran itu lebih fasih diperankan oleh Hamka,” pungkasnya.

Artikel Terkait