PALEMBANG — Dari 5 nama pemain baru Sriwijaya FC yang sudah mengikuti latihan sejak Selasa (17/1) lalu, sosok Marco Sandy Meraudje paling menyedot perhatian. Pasalnya pemain asli Papua ini tidak terlalu dikenal dan luput dari pengamatan sebelumnya. Manajemen laskar wong kito dianggap melakukan sebuah perjudian dengan merekrut pemain yang berposisi sebagai bek kanan ini.

Namun Marco sendiri sebenarnya bukanlah tanpa kualitas, statusnya sebagai kapten tim PON Papua di ajang PON Jabar 2016 lalu setidaknya sudah menunjukkan bahwa dirinya punya potensi yang cukup baik. Di ajang pesta olahraga terbersar di tanah air ini, tim PON Papua sendiri berhasil meraih medali perunggu setelah mengalahkan PON Sumsel di perebutan 3 besar.

Awalnya, Marco sendiri mengaku bahwa SFC bukanlah tujuan utamanya usai memutuskan merantu dari tanah kelahirannya di Bumi Cendrawasih. “Saya dulu di Persipura U21, lalu lanjut ke PON Papua dan setelah itu meski ada tawaran disana, tapi saya memutuskan ingin merantau untuk menambah pengalaman dan mental. Awalnya, saya ke Gresik dan ikut seleksi saat uji coba yang dimainkan di akademi milik coach Widodo C Putro. Setelah laga itu saya terpilih dan diajak ke Palembang untuk seleksi,” ujarnya saat dihubungi Kamis (19/1) sore.

Menurutnya, saat mendapat tawaran ke SFC, dirinya langsung menyambut baik karena ingin meneruskan jejak Ichsan Kurniawan dan Teja Paku Alam yang bisa menembus skuad timnas Indonesia beberapa waktu lalu. “Kalau bicara target, saya ingin menembus timnas U23 terlebih dulu. Meski sangat sulit, namun saya akan bekerja keras dan karena SFC adalah klub besar, maka jika saya bisa menunjukkan yang terbaik disini maka peluang itu tetap terbuka lebar, yang jelas saya pantang pulang sebelum sukses,” tekadnya.

Selain itu, diakuinya ada faktor lain yang membuatnya mantap memutuskan berjuang di bumi Sriwijaya saat ini. “Posisi saya adalah bek kanan, di Indonesia saya pun 2 pemain favorit yakni Yustinus Pae karena asli dari Papua dan 1 lagi adalah bang Supardi. Semua tahu jika dia merupakan pemain senior panutan yang punya kemampuan luar biasa, tentu saya sangat ingin meneruskan jejaknya dan meraih gelar juara di Palembang,” tegasnya.

Karena alasan tersebut, Marco pun mengaku ingin menggunakan nomor 22 yang sangat identik dengan Supardi selama ini. “Sejak bermain di U15, U18 hingga di PON Papua kemarin saya sudah memilih nomor itu dan sepertinya hoki. Kalau ditanya apakah nanti akan menjadi beban rasanya tidak karena justru sangat terpacu ingin membuktikan diri bahwa pantas memakainya,” tambahnya.

Sementara itu, pelatih SFC Widodo C Putro mengaku Marco punya potensi yang cukup besar untuk menembus skuad inti nantinya. “Namun dia harus bekerja keras karena persaingan di posisinya sangat ketat, tetapi di 3 hari latihan ini performanya cukup baik dan mau komunikasi dengan rekannya yang lain,” ujarnya singkat. (dedi)

Artikel Terkait