PALEMBANG — Pasca laga Persija melawan Sriwijaya FC di stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Jumat malam (24/6) yang berakhir ricuh.  Beberapa suporter dari tim bejuluk Laskar Wong Kito yang mendukung langsung di stadion juga terjebak dalam pusaran bentrok antara pendukung tuan rumah dengan aparat keamanan dari kepolisian.
Manajer Sriwijaya FC Nasrun Umar yang mendapat kabar ada suporter Sriwijaya FC yang menderita luka, langsung turun menemui para suporter yang ditampung di gedung Kementerian Pemuda dan Olahraga, tidak jauh dari stadion GBK.
“Ini bagian tanggung jawab saya selaku manajer karena suporter adalah bagian yang tidak terpisahkan dari tim. Jika pemain berjuang di lapangan, maka suporter adalah penyemangatnya dan merupakan pemain ke-12 bagi kita selama ini,” kata Nasrun Umar saat bertemu para suporter.
Terhadap mereka yang luka Nasrun Umar langsung memberikan bantuan perawatan dan mempersiapkan angkutan transportasi untuk pulang. “Ini merupakan bentuk perhatian manajemen,” ujarnya.
Ariyadi Eko ketua suporter Sriwijaya FC Singa Mania mengaku sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh manajemen SFC. “Kami sangat bersyukur mendapat bantuan ini.  Manajer Nasrun Umar langsung tanggap setelah mendapat informasi yang tentang kami dan langsung datang ke sini,” katanya.
Ariyadi menceritakan, selama di stadion saat pertandingan berlangsung suporter Sriwijaya FC dapat mendukung dengan nyaman berkat pengawalan dari korlap The Jakmania, suporter tuan rumah.
“Selama ini Singa Mania memiliki hubungan harmonis dengan The Jak. Namun situasi setelah pertandingan cukup panas, saat akan keluar stadion suporter Sriwijaya menjadi sasaran dari beberapa oknum aparat keamanan yang sedang terlibat konflik dengan suporter tuan rumah,” ujarnya.
Akibat insiden tersebut suprter Sriwijaya FC menderita luka di bagian pelipis, kepala dan satu orang mengalami patah jari.  Dengan bantuan bus dari Manajer Sriwijaya, Sabtu pagi (25/6) suporter langsung berangkat menuju Palembang.
“Semoga kejadian ini adalah yang terakhir dan tidak terulang lagi. Sekarang fokus kami langsung dialihkan untuk mendukung tim sepenuhnya menghadapi Persipura pada 3 Juli di Gelora Sriwijaya,”  kata Ariyadi. (dedi)

RelatedPost