PALEMBANG — Setelah sempat menghilang, manajemen Sriwijaya FC memastikan bahwa Fachrudin Ariyanto akan datang ke Palembang, Senin (30/1) dan bergabung dengan Teja Paku Alam dkk di wisma Atlet Jakabaring. Namun mengenai kepastian apakah bek timnas tersebut akan terus memperkuat laskar wong kito kedepannya, belum diketahui dengan pasti dan menunggu kabar lebih lanjut.

“Infonya Fachrudin akan berangkat dengan pesawat langsung dari Jogja ke Palembang pada pukul 11.00 WIB, tentu akan kita terima dengan tangan terbuka karena bagaimanapun saat ini dirinya masih menjadi bagian dari skuad SFC,” ungkap sekretaris tim SFC, Achmad Haris saat dihubungi Minggu (29/1) sore.

Belakangan memang beredar kabar di sosial media bahwa pemain asal Klaten tersebut tetap akan memperkuat SFC terlebih dulu di turnamen Piala Presiden yang segera bergulir. Namun usai perhelatan Piala Presiden, Fachrudin disebut akan segera menuju Madura United, seperti yang ditulis oleh status Nur Hendrik’s, seseorang yang dalam keterangan di Facebook diketahui merupakan pengurus dari Madura United.

Menanggapi hal tersebut, Haris menyebut bahwa kontrak Fachrudin baru berakhir pada Meret mendatang dan saat ini pihaknya membutuhkan tenaganya untuk turun di ajang Piala Presiden. “Soal klaim dari klub lain, kami enggan menanggapi namun kami tegaskan bahwa kontrak masih berjalan dan Fachrudin harus mematuhinya. Kedatangannya di Palembang tentu sudah menunjukkan bahwa ada itikad baik darinya,” jelasnya.

Sementara itu, permasalahan Fachrudin ini memantik reaksi dari beberapa kelompok suporter SFC dan menyebut bahwa sikapnya yang kurang profesional belakangan ini sangat disesalkan. “Ada 2 hal yang kami soroti, bahwa keterlambatannya mengikuti latihan menunjukkan bahwa dirinya tidak menghormati aturan yang sudah ditetapkan, bukan sehari namun hampir 2 minggu dan tanpa kabar,” ujar Arie Firdaus dari komunitas SFC Kaskus.

Kemudian, sikapnya yang awalnya menyatakan tetap akan bertahan namun berubah tanpa pemberitahuan sangat menyakiti perasaan pecinta SFC. “Fachrudin pemain bagus dan statusnya sebagai pemain timnas sudah membuktikan kapasitasnya. Namun SFC tidak akan mati dan hancur lebur jika dia memang benar-benar ingin pindah, tapi sikapnya yang tidak mengangkat telpon, membalas pesan atau tiba-tiba menghilang menunjukkan bahwa dia seperti mempermainkan SFC, padahal ini klub sepakbola profesional dan kebanggaan masyarakat, bukan klub tarkam yang bisa seenaknya diputus sepihak,” geramnya. (dedi)

Artikel Terkait