Laskarwongkito.com — Selain aneka kulinernya yang sudah tenar ke seantero negeri, kota Palembang juga terkenal dengan seni tekstilnya yakni kain songket. Namun, tahu nggak gaes, di Palembang tidak hanya ada songket, tapi ada jenis kain tenunan lainnya yang tak kalah cantik dan memiliki nilai jual yang terbilang fantastis.

Kalau warga palembang sih menyebutnya dengan sebutan ‘Sewet’. Nah tim LWK udah nyiapin Lima Sewet unik khas palembang yang perlu kalian tahu nih. Apa aja itu, yuk disimak.

1. Songket

songket

(Sumber foto: jualsongketpalembang.com)

Songket Palembang yang asli mempunyai ciri tersendiri karena menggunakan benang emas sutra bercampur katun, sehingga hasil kainnya menjadi kaku atau keras. Biasanya terbuat dari benang emas asli (benang emas jantung), yang berat emasnya bisa satu kg, 18 karat. Harga songket Palembang yang asli pun bisa merogoh kocek cukup dalam, berkisar Rp 3 – 5juta bahkan ada yang sampai puluhan juta rupiah.

Bedanya dengan songket Palembang yang “Kelas 2”, yaitu bahan yang digunakan benang perak atau hanya anyaman kain saja sehingga kain yang dihasilkan warnanya tidak terlalu terang dan mencolok, kain yang dihasilkan juga lebih terasa ringan ketika dipegang beda dengan kain songket asli yang berat. Harga satuan songket Palembang “Kelas 2” ini kisaran harga 500 ribu – 1juta rupiah.

2. Kain Pelangi atau Jumputan

kain-pelangi

(Sumber foto: bp.blogspot.com)

Kain jumputan atau kain pelangi ialah kerajinan tenun yang dihasilkan dengan teknik jumputan (tie and dye)untuk menghasilkan motif tertentu dari dari bahan berwarna putih polos. Dimulai dengan menjahit dan mengikat erat bagian-bagian tertentu kemudian mencelup dalam larutan pewarna sesuai keinginan.

Kain jumputan umumnya menggunakan bahan sutera, dan memiliki berbagai macam motif, antara lain motif bintik tujuh, kembang janur, bintik lima, bintik sembilan, cuncung (terong), bintang lima, dan bintik-bintik. Disebut kain pelangi karena warna-warnanya semeriah pelangi. Corak inilah yang membedakan motif kain jumputan di Palembang dengan kain-kain jumputan daerah lain.

Kain jumputan pelangi merupakan pertemuan berbagai budaya. Motif kacang ijo, titik tujuh, atau sesirangan, mirip motif jumputan di Jawa. Palembang, yang pada masa lalu sempat menjadi bagian dari Kerajaan Majapahit dan Kesultanan Demak, banyak terpengaruh Jawa. Namun, warna meriah dan gradasi pelangi sangat khas Palembang, yang dipengaruhi oleh budaya Melayu dan China.

3. Kain Blongsong

kain-tajung

(Sumber foto: palembang-tourism.com)

Kain Blongsong sendiri juga ada memadukan motif songket dan dikenal dengan nama Blongket atau Blongsong Songket. Pengerjaannya hampir sama dengan songket tapi lebih cepat karena blongket ditenun dengan benang biasa (sutera) sedangkan songket memakai benang emas. Lagipula, pengerjaan Blongket Palembang lebih cepat karena blongket ditenun menggunakkan benang biasa (sutera) sedangkan songket menggunakan benang emas.

Harganya juga lebih murah dibanding songket namun untuk praktis dan gak mau ribet Blongket lebih unggul.

Kain Khas Palembang ini merupakan hasil inovasi dari pengrajin, dan beda Blongket dengan kain Songket yaitu pada teknik tenunnya, di mana untuk Kain Songket ditenun dengan dicukit, dan ditenunnya dengan duduk, sedangkan blongket ditenun dengan ATBM. Harga blongket yang ditawarkan mulai dari harga Rp. 750.000 per stel, yang terdiri dari kain dan selendang hingga jutaan rupiah. Sementara untuk pengerjaannya sendiri bisa menghabiskan waktu hingga satu bulan.

4. Kain Prada

kainprada

(Sumber foto: ANTARA)

Kain Peradan atau disebut juga kain Prada juga menjadi salah satu kain tradisional Palembang. Di Palembang umumnya kain Prada menggunakan bahan organdi. Kain yang sudah jadi lengkap dengan motif khas Palembang lalu diprada.

Teknik Prada ini dimulai dengan pemberian lem pada motif lalu dijemur, setelah kering barulah diberikan cat emas dengan menggunakan alat khusus di seluruh motif kain, kemudian dijemur kembali. Proses produksi kain Prada ini membutuhkan sekitar 3 hari, tergantung dari cuaca.

5. Kain Batik Palembang

batik-palembang

(Sumber foto: bp.blogspot.com)

Batik  Palembang memiliki keunggulan yang tak kalah menarik dari batik lain. Palembang memiliki motif yang mengikuti syariat Islam yaitu tidak menggunakan gambar binatang dan manusia. Motif batik Palembang adalah motif bunga teh dan motif lasem yang dihiasi garis simetris dan berbagai simbol tanaman, sedangkan motif bunga teh kainnya dipenuhi dengan gambar bunga teh segar. Contoh motif batik Palembang yang lain adalah motif songket, kerak mutung, jukung, kembang jepri, sisik ikan, motif jumputan gribik encim, kembang bakung sembagi dan lain.

Pembuatan batik Palembang sedikit berbeda dengan pembuatan batik di Jawa. di Jawa kain yang akan dibatik cukup disampirkan kemudian dibatik, tetapi kalau Batik Palembang kainnya dibentangkan dengan kencang baru kemudian dibatik padanya. Batik Palembang dibuat dengan dua cara, dicap dan ditulis, sama dengan teknik membatik. Saat ini juga dikembangkan batik dengan teknik printing modern. Palembang menggunakan bahan sutra organdi jumputan katun. pewarnaan menggunakan warna cerah khas Melayu seperti merah, kuning dan hijau.

Nah, menarik bukan? Sebagai kota tertua di Indonesia, Palembang menyimpan banyak sekali kekayaan budaya. Ini menjadi tugas kita sebagai generasi mudanya untuk mengenal dan menjaga warisan tersebut dengan baik. (red/dil)

Related Post