Laskarwongkito.com — Sebagaimana dengan daerah lain, Wong Plembang atau orang Palembang juga punya banyak kebiasaan keseharian yang unik. Beberapa kebiasaan tersebut bahkan menjadi ciri khas orang Palembang yang telah dikenal sejagat raya, duile segitunye..

Apa saja kebiasaan unik itu? Yuk kita sama-sama lihat hasil rangkuman tim berikut ini :

1. Nggak bisa nyebut R

Ini yang paling khas nih, orang Palembang itu kebanyakan nggak bisa ngomong huruf R loh guys. Bahkan orang yang bisa ngomong R pun, suka ngomong dengan huruf R yang ‘bederot‘ kalo kata orang Palembang. Coba deh suruh mereka bilang “Ular melingkar-lingkar di atas pagar rumah Pak Umar”.  Huruf R disamarkan seperti huruf ghain dalam bahasa Arab.

Sebenarnya, mereka tidak sepenuhnya tidak bisa ngomong R atau cadel, tapi memang, logat dan intonasi kebahasaan sehari-hari, ‘mewajibkan’ mereka untuk bicra dengan ‘R bederot’ itu.

2. Tanpa pempek sehari, rasanya hampa

fakta-pempek-palembang-cuko-300x225

(Sumber foto: hellobogor.com)

Orang Palembang mah bisa nggak makan nasi dalam sehari, tapi kalo nggak makan pempek dalam sehari, kayak ada yang kurang gitu hidupnya. Kalo kata lirik lagu sih “Aku tanpa pempek, ibarat butiran debu”. Haha.., lebay!

Maksud dari ungkapan itu, bukanlah karena pempek atau cuko itu mengandung candu dalam arti sebenarnya. Melainkan, menggambarkan betapa dekatnya Wong Plembang dengan pempek dan cuko. Sehari saja tidak makan pempek sama ngirup cuko, rasanya ada yang kurang.

3. Tidak ada yang menganggur, pasti “Ado gawe”

JobSmart-Run

(Sumber foto: blog.jobsmart.co.id)

Yang ini, sudah sedemikian beken. Orang luar bisa-bisa menyangka kalau Wong Plembang itu tidak ada pengangguran. Coba tanya kepada mereka yang lagi berjalan atau mau keluar rumah, “Nak ke mano?” pasti dijawab. ”Ado gawe” (ada kerjaan). Nah, enak kan jadi orang Palembang?

4. Insya Allah ala Wong Plembang

Kalau yang ini, entah benar atau Cuma kesalah-kaprahan saja, tapi berlaku di kalangan orang Palembang. Kalo biasanya kan ya, Insya Allah itu artinya “Bila Allah mengizinkan”. Maksudnya, akan berusaha datang jika tidak ada halangan berarti.

Nah beda dengan orang Palembang. Kalau mereka ngomong Insya Allah, artinya suka berubah jadi “Nggak janji” atau “Tidak bisa”, tapi nggak enak mau ditolak. Makanya, kalo ada yang disuruh memenuhi janji dan bilang insya Allah, maka akan langsung ditodong dengan ungkapan selanjutnya. “Jangan Insya Allah, pastike nian oi..”.

Nah lho..

5. Logatnya kayak mau ngajak berantem

maxresdefault3-750x422

(Sumber foto: tango.image-static.hipwee.com)

Sebenernya orang Palembang itu ramah-ramah dan suka tersenyum. Tapi logat bicaranya emang kayak orang yang mau ngajak berantem, jadi kalo didenger sama orang lain, suka dikira ngajakin berantem.

Jika tidak paham, bisa-bisa dikira berkelahi. Tapi memang seperti itu. Orang Palembang itu biasanya besak gaya, besak uap tapi besar pula empati terhadap orang lain. Orang Palembang memang dikenal juga, besak kelakar. Jadi anggap angin lalu saja jika sedang bersenda gurau dengan mereka. Begitulah cara mereka mengakrabkan suasana.

Nah, bagaimana menurut kamu? (dil/red)

Artikel Terkait