PALEMBANG — Meski menunjukkan tren positif, namun pelatih Sriwijaya FC Widodo C Putro menyebut anak asuhnya masih punya banyak kelemahan yang harus diperbaiki sebelum turun di ajang Piala Presiden, awal Februari mendatang di Gianyar Bali. Hal tersebut disampaikannya usai menyaksikan anak asuhnya memenangi pertandingan dengan skor telak 13-0 atas Palembang All Star, Jumat (27/1) sore di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang.

“Bukan soal skor akhir, namun sejak awal memang kami hanya ingin melihat kekompakan pemain di lapangan dan itu yang ingin kita kejar disini. Selain itu bermain konsisten. Kita memang sudah prediksi akan bisa dapat banyak gol. Tapi, yang ditekankan adalah proses terjadinya gol.  Saya cukup bersyukur banyak gol tadi berasal dari skema yang sudah kita lati,” ucap Widodo

Menurut Widodo, kekompakan dan pengertian antar pemain memang harus terus ditingkatkan agar aliran bola dapat mengalir dengan lancar antar lini. Hanya saja, menurut Widodo jika transisi masih menjadi catatan dan harus diperbaiki. “Tinggal transisi yah. Kalau saya nilai perlu diperbaiki. Transisi dari menyerang kebertahan dan sebaliknya,” katanya

Dari pantauan di lapangan,  laga melawan Palembang All Star berjalan cukup menarik. SFC yang kedatangan satu tenaga stopper baru Firdaus Ramadhan terlihat lebih kokoh dibelakang. Mengandalkan duet Yanto Basna dan Firdaus, ditambah Gilang Ginarsa serta Zalnando di sisi lapangan permainan Laskar Wong Kito berjalan cepat. Menyisir sayap baik kiri dan kanan, langsung membuat tim lawan sedikit kelimpungan.

Begitu juga dengan penampilan Rahmad Hidayat, gelandang serang asal Medan yang awalnya tampil kurang meyakinkan ini, cukup menjawab pertanyaan keraguan atas dirinya. Golnya pun menjadi gol pembuka lewat permainan satu dua didepan mulut gawang.

Selain itu, yang cukup mencuri perhatian dalam laga uji coba kedua ini, ‎yakni finishing dari seorang Airlangga. Ia sukses mencetak hatrick bersama TA Musafry. Tapi bedanya, satu gol dibuat Ronggo dengan dadanya menyambut umpan Rizky Dwi Ramadhana.

Dilaga ini, total seluruhnya SFC mengemas 13 gol kegawang Palembang All Star. 3 gol Airlangga, 3 gol Musafri, 2 gol Rahmad, 1 gol Marcho, 1 gol Mariando, 1 gol Manda, 1 gol Teja, 1 gol Rikzy. Namun, Widodo tidak ingin banyaknya gol yang dihitung. Menurutnya, poin dan pelajaran yang didapat timnya yang paling penting.

“Kerja sama sudah baik, proses terjadi gol baik. Tinggal transisi, dan kita harus lebih menyatukan visi bermain,” pungkasnya. (dedi)

Artikel Terkait