PALEMBANG — Kunto Hartono, musisi sekaligus drummer kondang berhasil memecahkan rekor dunia Guiness World Records, atas permainan drum terlama di Pelataran BKB Palembang.

Tepat pada pukul 14.30 WIB, Kunto berhasil meraih gelar The Longest Drumming Marathon 145 Hours Guinnes World Records. Aksi gebuk drum sang maestro ini telah dilakukannya sejak 30 Desember yang lalu secara non stop. Kunto hanya diberikan istirahat selama 15 menit saja tiap jamnya selama aksi yang digelarnya sejak minggu lalu ini.

Diiringi dengan kibaran Bendera sang saka merah putih raksasa di sepanjang Pelataran BKB,  yang berukuran 150×20 Meter yang dikibarkan langsung oleh para pasukan Kodam II/Sriwijaya serta masyarakat yang turut hadir menyaksikan langsung pemecahan rekor dunia tersebut, menambah aksi meriahnya keberhasilan Kunto selama 7 hari 7 malam untuk meraih gelar The Longest Drumming Marathon 145 Hours.

Sebelumnya Rekor dunia untuk memainkan drum terlama berasal dari Negara Kanada bernama Steven Gault, pemain drum terlama dengan memainkan selama 136 Jam non stop yang diukir pada 2015 silam.

Dikatakan Kunto sebelum melakukan pemecahan rekor dunia ini,  tepatnya pada Bulan Febuari tahun 2015, ia bermimpi melakukan record dunia 7 hari 7 malam disamping sungai yang ada jembatan,  dan sebulan kemudian setelah mimpinya. Ia bertemu dengan Walikota Palembang H. Harnojoyo pada tanggal 17 Maret 2016 juga bertemu dengan Gubernur Provinsi Sumatera Selatan H. Alex Noerdin di Griya Agung Palembang 19 Maret 2016.

“Tapi dengan adanya faktor X yang saya tidak ketahui,  saya pun berusaha untuk menyelesaikan cita cita dan obsesi saya tersebut untuk mengangkat Kota Palembang di Prov. Sumsel untuk memecahkan rekor  The Longest Drumming Marathon 145 Hours, ” ungkapnya setelah melakukan pemecahan record dunia.

Kunto mengungkapkan bahwa ia pernah ditawarkan untuk memecahkan record dunia di Kuala Lumpur, tapi Ia menolak, “Karena saya ingin mebanggakan tanah air sendiri,  saya akan mencari jalan sendiri untuk merealisasikan rekor dunia ini di Kota PalembangAlhamdulillah pada Hari Jum’at ini pada tanggal 6 Desember ini,” ungkapnya.

Diharapkan Kunto agar kegiatan ini tidak menjadi sekedar ambisi pribadinya sendiri tapi dapat membawa dampak positif dan membanggakan negara Indonesia, “Terutama di Kota Palembang provinsi Sumsel,” kata dia.

Di sela-sela pemecahan rekor dunia tersebut, ada hal yang menarik yang dilakukan oleh para prajurit TNI Kodam II/Swj dan 044/Gapo dengan langsung menyeburkan diri ke dalam Sungai Musi.
“Sesuai dengan nadzar (janji) yang kami ucapkan, bahwasanya apabila Kunto Hartono berhasil memecahkan rekor dunia, satuan kami akan nyemplung ke Sungai Musi. Ini juga sebagai wujud bahagia atas pemecahan rekor tersebut,” terang Danrem 044/Gapo, Kol Inf Kunto Arief Wibowo, di bibir BKB Palembang,
Sesaat sebelum menceburkan diri ke sungai yang membelah bagian Ulu dan Ilir di Kota Palembang ini, beberapa prajurit tampak saling berpegangan tangan dan bersorak-sorai. Selain melambangkan wujud kebahagiaan atas pemecahan rekor dunia tersebut, hal ini juga menandakan kesodlidan para prajurit di satuan TNI. (juniara)

RelatedPost