Laskarwongkito.com-Sriwijaya FC berhasil mengamankan 3 poin di kandang sendiri usai mengalahkan tamunya Mitra Kukar dalam lanjutan pekan ke 33 Liga 1 musim 2018, Jumat (30/11) sore di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang.

Gol pertama untuk Sriwijaya FC dicetak oleh Esteban Vizcarra pada menit ke 20 usai memperoleh assist dari Hambali Tholib. Namun, gol Vizcarra mampu diimbangi oleh tim tamu dari kaki Mauricio Leal di menit ke 43 sehingga babak pertama SFC dapat diimbangi dengan skor 1-1.

Di babak kedua, Sriwijaya FC semakin trengginas, dua gol berhasil bersarang di gawang lawan. Peratama dari kaki Alberto Gonzalves Da Costa di menit ke 48. Dengan gol ini, terbayarkan sudah hasrat Beto yang ingin menyumbang satu gol pada pertandingan ini. Skor 2-1 tak cukup membuat Laskar Wong Kito tenang sehingga membuat Beto dkk terus menyerang gawang lawan.

Serangan demi serangan yang dilesakkan oleh tim tuan rumah tak sia-sia, skor akhir 3-1 diakhiri oleh Manuchehr Dzalilov yang mendapatkan asist dari tendangan bebas Hyu Yun Koo pada menit ke 77. Hingga pertandingan berakhir di babak kedua, Sriwijaya FC berhasil meraih 3 poin dengan skor 3-1.

Pelatih Kepala Sriwijaya FC, Angel Alfredo Vera tentu merasa senang dengan hasil yang didapatkan anak asuhnya itu. Tiga poin yang diraih oleh Sriwijaya FC memang menjadi target tim dalam menyapu bersih pertandingan sisa Liga 1 musim 2018.

Melihat penampilan anak asuhnya, Alfredo merasa bangga karena para pemain bermain sesuai instruksinya. Apalagi pada pertandingan ini SFC mampu mendominasi pertandingan.

“Pertandingan bisa didominasi dan ciptakan gol dan permainan mudah kami kontrol,” ungkap Alfredo.

Apalagi, sambung Alfredo anak asuhnya mampu mencetak gol waktu yang tinggal sedikit sehingga membuat tim lebih tenang dalam meraih poin.

“Dibabak kedua bisa cetak gol cepat dan bisa cetak gol ketiga lebih tenang,” ungkapnya.

Sementara pelatih Kepala Mitra Kukar, Rahmad Darmawan mengatakan anak asuhnya sudah tampil dengan maksimal namun masih ada yang kurang yang terjadi pada anak asuhnya.

“Mereka seperti terbeban dan tidak agresif,” ungkap RD.

RD mengaku sebagai pelatih merasa biasa saja membawa anak asuhnya di kandang mantan timnya. Menurutnya kondisi ini tentu banyak dirasakan oleh banyak pelatih yang pindah-pindah tim.

“Jadi bukan hanya saya saja yang merasakan, rata-rata pelatih pasti merasakan pernah bertanding di tempat mantan tim,” ujarnya. (Red/win)

Artikel Terkait