PALEMBANG — Hasil buruk diraih tim sepakbola  Sumsel yang harus kembali menelan kekalahan di ajang PON XIX Jabar 2016. Bertanding di laga penutup grup B melawan Sumatera Utara, tim asuhan Rudy Keltjes ini harus menyerah 1-2 dalam laga yang dimainkan di stadion Wibawa Mukti, Minggu (18/6) sore.

Faktor mental dan belum dinaungi dewi fortuna disebut menjadi faktor kekalahan tim PON Sumsel di laga ini. Berdasarkan statistik pertandingan, Andes Adinata dkk masih mendominasi penguasaan bola dan lebih banyak membuat peluang selama 90 menit.

“Penyelesaian akhir masih menjadi PR terbesar kita kedepan, karena jika mampu bermain efektif maka sebenarnya Sumsel bisa memenangkan pertandingan. Namun pemain sudah berusaha maksimal dan kita harapkan kedepan bisa lebih baik,” ungkap asisten manajer Sumsel, Bambang Supriyanto saat dihubungi usai pertandingan.

Di laga ini, Sumsel sempat tertinggal di menit awal pertandingan melalui serangan balik yang dibangun oleh tim Sumut. Namun sepakan keras Mariando yang sempat ditahan oleh pemain lawan di pertengahan babak pertama mampu merubah skor menjadi imbang, tetapi pengawas pertandingan menyebut gol ini merupakan hasil dari bunuh diri pemain Sumut.

Di babak kedua, pemain Sumsel yang bermain di bawah tekanan akhirnya kembali harus menerima kebobolan dari proses yang sama. Sebuah serangan balik yang cepat tidak mampu diantisipasi lini pertahanan Sumsel dan kiper Teja Paku Alam harus memungut bola dari gawangnya untuk kedua kali dan skor 1-2 bertahan hingga akhir pertandingan.

Usai pertandingan, pemain Sumsel tertunduk lesu dan menyadari peluang untuk lolos ke babak 8 besar di ujung tanduk. Namun pengawas pertandingan, Bambang Irianto menyebut berdasarkan aturan yang diterapkan di PON XIX Jabar, meski kalah dari Sumut namun Sumsel tetap berhak menduduki peringkat 3 karena unggul selisih gol.

Berita ini pun tidak serta merta membawa angin segar bagi Sumsel mengingat masih harus menunggu hasil di grup lainnya. Setelah mengetahui Bali yang menjadi pesaing di grup A hanya bermain imbang 0-0 dengan Jateng, maka Sumsel akhirnya lolos dari lubang jarum.

Ketua Asprov PSSI Sumsel, Musni Wijaya meminta maaf atas hasil ini dan menyebut faktor non teknis menyulitkan pihaknya. “Kami mohon maaf atas kekalahan ini, namun pemain sudah berjuang dan seharusnya ada 2 pinalti yang kita dapatkan di laga ini setelah pemain kita dijatuhkan pemain lawan, namun berbeda dengan pengamatan wasit, kami akan berjuang lebih baik lagi di babak selanjutnya,” ujarnya singkat.

Sementara itu, Pelatih Tim PON Rudy William Keeltjes menanggapi kekalahan anak asuhnya karena ulah kepemimpinan wasit kurang bijaksana. Wasit asal Yudi Nurcahya asal Bandung membuat pertandingan menjadi kacau hingga perfoma anak asuhnya terganggu.

“Ada yang pelanggaran tidak diberikan kartu. Lalu pemain lainnya juga ingin melakukan serupa. Memimpin pertandingannya tidak tegas laju berantakan. Anak anak bermain jadi tidak kontrol,”kata Rudy.

Rudy pun malas menanggapi walapun tim Sumsel lolos karena dampak kepemimpinan tersebut. “Bagaimana sepakbola Indonesia mau maju. Karena ini pembinaan bukan semata mata menang saja,”tegasnya. (dedi)

Related Post