PALEMBANG — Maraknya penjualan Lembar kerja Siswa(LKS)  yang dilakukan pihak sekolah membuat Kepala Dinas Pendidikan H. Ahmad Zulinto, S.Pd.MM angkat bicara.

Dia mengatakan, penggunaan Lembar Kerja Siswa (LKS) dalam proses belajar mengajar di sekolah dinilai sangat tidak efektif dan tidak mendorong kreativitas siswa. LKS juga menunjukkan betapa rendahnya kreativitas guru.

“Dengan penggunaan LKS, daya pikir siswa dipolakan dengan pertanyaan yang sudah terstruktur sehingga nantinya siswa tidak berkembang dan hanya terpaku pada pertanyaan seputar itu-itu saja,”ujar Zulinto saat dibincangi di ruang kerjanya, Selasa (1/8/2017).

Zulinto menjelaskan, soal-soal yang terdapat di dalam LKS sebenarnya juga tidak terlalu memberikan manfaat bagi para siswa. Menurutnya, para guru pun sebenarnya mampu membuat soal-soal serupa layaknya di dalam LKS tersebut.

“Kalau sampai guru memaksa para siswa untuk membeli atau memiliki LKS, itu sudah pertanda bahwa gurunya malas,” jelasnya.

Selain itu, Zulinto juga mengkhawatirkan jika guru mewajibkan para siswa untuk membeli LKS di sekolah. ini bisa menjadi salah satu bentuk pungutan liar yang dilakukan oleh sekolah.

“Saya khawatir kewajiban LKS itu sebagai alasan untuk melakukan pungli. Akhirnyan LKS digunakan sebagai ajang bisnis sekolah,” ujarnya.

“Saya minta para guru hendaknya lebih kreatif dan memiliki inovatif dengan membuat LKS buatan sendiri. Salah satu upaya nyata dalam meningkatkan profesionalisme guru yakni guru harus melakukan pembuatan bahan ajar untuk kegiatan pembelajaran. Kegiatan pembuatan bahan ajar mutlak harus dilakukan guru dengan membuat lembar kerja atau lembar tugas dalam setiap pembelajaran, bukan melalui LKS yang dibeli dari penerbit,”tegasnya.

Saat ini kata Zulinto, guru yang profesional menjadi tuntutan masyarakat, karena guru sebagai ujung tombak meningkatnya mutu pendidikan bangsa dicita-citakan bersama . Untuk meningkatkan harkat dan martabat bangsa sejajar dengan bangsa lain telah maju maka diperlukan upaya nyata dengan meningkatkan kompetensi dan profesionalime guru.

“Guru harus membuat lembar kerja maupun lembar tugas sendiri yang mengandung kaidah pembuatan lembar kerja efektif,”pungkasnya. (dil)

Artikel Terkait