Laskarwongkito.com-Direktur Utama PT SOM Muddai Madang mengaku siap melepas sahamnya di PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM). Hal tersebut disampaikan Muddai melalui rilis dari media officer tim Sriwijaya FC. Dirinya sangat senang jika ada pihak yang benar-benar ingin mengurus Sriwijaya FC meskipun harus melepas saham mayoritas yang dimiliki.

“Tidak masalah. Saya bersedia melepas semuanya jika ada yang berminat. Bagi yang berminat silakan berkomunikasi langsung dengan saya,” kata Muddai.

Seperti diketahui, Wakil Ketua Tim SAR Penyelamat Sriwijaya FC bentukan Gubernur Herman Deru, Hendri Zainuddin sebelumnya sudah meminta Muddai Madang untuk menyerahkan pengelolaan PT SOM ke Gubernur Herman Deru untuk ditunjuk pengelola yang baru.

Muddai sebelumnya hanya berada dibalik layar pengelolaan Sriwijaya FC karena posisinya sebagai komisaris sejak mulai mendirikan perusahaan ini di tahun 2008. Pengelolaan SFC sepenuhnya menjadi wewenang Presiden Klub Dodi Reza Alex dan jajaran direktur. Namun, lantaran terjadi persoalan finansial yang cukup pelik di pertengahan tahun 2018, tepatnya di bulan Juni membuat Muddai terpaksa turun tangan. Apalagi di kemudian hari Dodi Reza menyatakan dirinya sebenarnya sudah lama melepaskan jabatan sebagai presiden klub saat sudah bertugas sebagai Bupati Musi Banyuasin.

Saat turun langsung mengurus SFC, Muddai hanya ingin menjaga eksistensi Sriwijaya FC berkompetisi di Liga 1, dengan menanggulangi persoalan keterlambatan pembayaran gaji hingga memastikan adanya dana untuk keberangkatan tim melakoni laga away.

Walau sudah berupaya maksimal mengorbankan dana, pikiran dan tenaga, Muddai mengaku dirinya sangat terpukul karena tim ini tidak terhindar dari degradasi hingga harus turun ke Liga 2 pada musim mendatang. Oleh karena itu, Wakil ketua Komite Olimpiade Indonesia yang pernah menjabat sebagai Ketua KONI Sumsel ini sangat merespon positif keinginan dari Tim SAR Penyelamat Sriwijaya FC bentukan Gubernur Herman Deru yang ingin mengelola SFC.

“Silakan, tidak ada masalah. Asal bicara dan bertemu langsung, jangan ngomongnya di media saja. Kita bicarakan baik-baik demi kebaikan bersama,” ujar Muddai. (Red/win)

 

 

 

 

 

RelatedPost