Laskarwongkito.com — Jujur saja, saat ini menjadi warga Palembang itu membanggakan. Bagaimana tidak, saat ini Palembang tengah menjadi lirikan provinsi lain secara nasional dan juga mulai ‘mengganggu’ perhatian para investor luar negri. Hal itu dikarenakan, banyak persiapan even internasional yang akan digelar di kota pempek ini.

Selain prestasi di atas, di kota yang lahir dari dua peradaban yakni Kerajaan Sriwijaya dan Kesultanan Palembang Darussalam ini, Palembang juga memiliki aneka kekayaan luhur lainnya seperti keragaman ras, budaya dan tentu saja ragam kosakata yang lucu dan unik di dalam bahasanya.

Nah, jika kamu ngaku wong Plembang, kamu harusnya tahu dengan lima kosakata unik bahasa Palembang berikut ini! Yuk kita intip gaes..

1. Cugak

12534474_977204312369537_146882284_n

(sumber foto: palembangkulukilir)

Agak susah menjelaskan dan mencari padanan kata-katanya dalam Bahasa Indonesia. Tapi kita coba lihat percakapan berikut ini :

Di suatu sore,

Cowok : Jadi gak malmingannya bebh? Ini udah lewat maghrib, loh..

Cewek : Tunggu ya Say, aku lagi nyari tutorial jilbab di youtube biar aku makin cantik jalan sama kamu.

(Satu jam kemudian)

Cowok : Udah selesai belom? Keburu orang pulang ronda nih…

Cewek : Beb, maaf aku nggak jadi pergi. Ubun-ubun aku bocor ketusuk jarum pentul, aku juga sesak napas kelilit hijab.

Cowok : *Gigit kusen* – Superb kzl!

Nyambung nggak? Perasaan cowok itulah yang disebut cugak atau tecugak.

Yakni, suatu keadaan di mana kamu sudah mempunyai harapan tinggi terhadap satu hal tapi pada kenyataannya, yang terjadi tidak sesuai dengan apa yang kamu harapkan. Sehingga menyebabkan kecewa mendalam. Begitu.

2. Tekacip

IMG_20150705_180708

(Sumber foto: bp.blogspot.com)

Tekacip ialah sesuatu hal yang diakibatkan oleh orang lain. Kalau yang satu ini, kamu berhak untuk ngehajar orang yang sudah me-ngacip-kan (kata kerja dari tekacip) dirimu.

Contoh kasus : Besok ulangan matematika, kamu udah yakin besok ulangan matematika. Dan kamu mau belajar. Tapi temen kamu malah ngajak belajar tata boga, karena besok katanya ulangan tata boga. Nah, itu artinya temen kamu  yang udah bikin kamu tekacip, karena besoknya pasti kamu nggak bisa matematika.

3. Besak Uap

12383105_155966968131317_1042185495_n

(sumber foto: scontent.cdninstagram.com)

Besak uap yang kalau diterjemahkan langsung dalam Bahasa Inggris disebut big steam (Jangan percaya ini!), adalah suatu sikap di mana seseorang hanya bisa (banyak) bicara tanpa ada buktinya. Sehingga dalam kenyataan yang ada, apa yang banyak dia bicarakan hanyalah bualan atau fatamorgana semata.

Siapapun orangnya, akan muak dengan sikap besak uap ini. Jadi hati-hati yo lur. Karena, sikap ini juga bisa membuat kamu jadi bahan becandaan, orang nggak akan percaya sama kamu lagi dan bahkan parahnya bisa dikucilkan dari pergaulan. Jadi kecil-kecil saja uapnya.

4. Kelakar Betok

Bm5tSkmCAAAMJf7

(Sumber foto: pbs.twimg.com)

Kalo di Jawa Timuran dikenal adanya dagelon yang mengedepankan tek-tok, nah kalau di Palembang dikenal sebagai kelakar betok. Yakni, kegiatan di kala senggang, dengan jokes-jokes remeh, ngobrolin hal nggak penting yang bisa buat ketawa bareng.

Biasanya dimulai dengan ngobrolin hal penting seperti fenomena sosial. Tapi biasanya, tetap saja diplesetin juga. Bekelakar erat kaitannya dengan nongkrong. Di sela-sela nongkrong santai inilah bisanya bekelakar muncul.

Biasanya pakar alias orang yang pandai bekelakar akan menjadi orang yang ditunggu-tunggu di setiap kesempatan. Karena dialah yang bisa membuat susasana menjadi seru dan asik.

5. Tek Aguk

IMG-20160812-WA0014 (1)

(sumber foto: lh3.googleusercontent.com)

 

Tek aguk adalah kata yang biasanya digunakan untuk mengomentari tindakan seseorang yang  kurang kerjaan. Biasanya tindakan tersebut adalah tindakan yang sedikit konyol atau tidak biasa.  Misal, ada bujangan yang masih minta uang rokok kepada emaknya. Maka tindakan ini kalau sampai diketahui oleh teman-temannya, bisa di-bully sebagai perbuatan yang Tek Aguk. Apa ya padanannya dalam bahasa Indonesia?

Nah, seru kan? Masih banyak sekali bahasa Palembang pasaran yang unik bin ajaib. Rasanya semakin bangga saja menjadi Wong Plembang! (red/dil)

Artikel Terkait