Sriwijaya FC berhasil membungkam PSM Makassar dengan skor 3-0, dalam lanjutan fase grup A Piala Presiden 2018 Minggu (21/1) sore di stadion Gelora Bandung Lautan Api Bandung. Dengan hasil ini laskar wong kito membuka peluang lolos ke babak 8 besar dan nasibnya akan ditentukan di partai terakhir melawan PSMS Medan, Jumat (26/1) mendatang.

“Kami memang melakukan rotasi di laga ini, setelah mencetak gol cepat tadi sebenarnya tim terus melakukan tekanan. Namun memang para pemain terkesan justru menjadi terburu-buru dan tidak sabar dalam membangun serangan atau menyelesaikan peluang. Mereka seperti bernafsu untuk mencetak banyak gol guna menjaga peluang lolos,” ungkap pelatih SFC, Rahmad Darmawan usai pertandingan.

Pelatih asal Lampung ini pun mengakui anak asuhnya banyak membuat kesalahan sendiri di babak pertama. “Seharusnya mereka bisa lebih mengontrol permainan, tetapi malah sering kehilangan bola di daerah sendiri,” ujar pelatih yang musim lalu melatih di Liga Malaysia ini.

RD juga memuji tim lawan yang dianggapnya mampu menunjukkan permainan compact defend hampir sepanjang pertandingan. “Di babak kedua kami mencoba memperbaikinya dan melakukan sejumlah perbaikan, saya senang ada respon yang positif dari pemain sehingga di ujung pertandingan mampu menambah gol,” bebernya.

Terkait performa Manucechr Dzalilov yang terlihat belum maksimal, RD menganggap bahwa pemain terbaik AFC Cup 2017 tersebut memang masih perlu waktu guna beradaptasi dengan tim. “Setelah pulang dari Kuala Lumpur guna mengurus Visa, saya melihat memang ada penurunan permainan dari Dzalilov. Hari ini pun dia bermain dibawah kemampuan terbaiknya, saya bisa katakan itu karena saat pertama datang ke Palembang dia bisa memperlihatkan skillnya, memang tidak mudah untuknya karena baru pertama kali datang ke Indonesia dan Asia Tenggara,” tambahnya.

RD berkeyakinan Dzalilov akan segera beradaptasi dengan kultur sepakbola di tanah air dan menunjukkan kapasitasnya. “Ini proses yang wajar, karena itu kami aja terus memberinya kesempatan agar segera kembali ke performa sebenarnya,” harapnya.

Sementara itu, asisten pelatih PSM Makassar Imran Amullah menyebut anak muda Juku Eja sudah berusaha maksimal. “Terus terang yang bermain melawan SFC tadi adalah tim kedua karena yang utama akan bermain di waktu yang hampir bersamaan dengan sekarang. Fisik pemain muda kami kedodoran dan mereka pun kurang pengalaman menghadapi partai besar dengan ditonton ribuan penonton,” ujarnya.

Pihaknya pun menolak anggapan bila PSM Makassar menomorduakan turnamen Piala Presiden dan fokus ke ajang Super Cup di Makassar. “PSM sudah menyusun jadwal turnamen Super Cup sejak jauh hari dan belakangan baru muncul Piala Presiden, waktunya pun sangat mepet sehingga coach Robert harus memilih salah satu. Soal turnamen apa yang lebih bermanfaat, saya pikir sulit menilainya karena disana kami bertemu dengan tim kuat dari luar negeri,” pungkasnya.

Artikel Terkait