Meski menyandang status sebagai finalis Piala Presiden lalu, namun perjuangan Sriwijaya FC di turnamen Piala Presiden dipastikan tidaklah mudah. Pasalnya jadwal padat sudah menanti laskar wong kito di fase grup A yang dipusatkan di stadion Kanjuruhan Malang.

Bila melihat jadwal pertandingan grup A yang dihuni oleh tuan rumah Arema Cronus, Sriwijaya FC, Persegres Gresik, Persija Jakarta dan PBR memang cukup bisa diperdebatkan. Pasalnya hanya SFC yang akan menggelar seluruh pertandingan dalam 9 hari dengan jeda hanya 3 hari, berbeda dengan kontestan lainnya.

SFC akan melakoni laga perdana melawan Persegres pada Kamis (19/11) dilanjutkan melawan Arema Cronus (22/11), Persija Jakarta (25/11) dan ditutup kontra PBR (28/11). Berbeda dengan Persija yang memainkan 4 pertandingan dalam waktu 12 hari, yaitu melawan PBR (19/11), SFC (25/11), Arema Cronus (28/11) dan Persegres (1/12).

Sementara Persegres yang membuka turnamen PJS saat bertemu Arema Cronus memiliki waktu yang paling panjang dan jeda dari pertandingan ketiga saat bertemu PBR (22/11) sangat lama yakni 8 hari sebelum menutup fase grup melawan Persija. Tuan rumah Singon Edan sendiri cukup diuntungkan karena memainkan 4 pertandingan grup dengan jeda 5 hari.

Menyikapi hal tersebut, pelatih SFC Beny Dollo sendiri enggan mengeluh dan tidak memprotes kebijakan tersebut. “Yang terpenting kami saat ini terus menyiapkan diri, jadwal padat sendiri memang akan sangat mempengaruhi kondisi fisik pemain. Namun tidak mungkin kami mengeluh atau mundur, di Piala Presiden lalu kami punya kesulitan yang sama namun akhirnya bisa menjadi juara grup di Malang,” tegasnya.

Hal ini sendiri memantik reaksi dari kelompok suporter SFC, Singa Mania yang berharap Mahaka selaku penyelenggara turnamen PJS dapat lebih membuat jadwal yang adil untuk seluruh klub. “Rasanya aneh melihat jadwal di grup A, tentu sangat wajar jika ada yang menganggap salah satu klub diuntungkan. Ada yang mesti bermain ketat setiap 3 hari, ada yang bisa libur sampai 5-8 hari, apalagi sebelumya pemilihan peserta grup juga tanpa drawing, mungkin jika ada penjelasan sebelumnya maka suporter akan dapat mengerti,” jelas ketua umum Singa Mania, Ariyadi Eko Neori saat dihubungi Selasa (17/11).