Palembang- Meskipun ditengah-tengah kesibukannya Wakil Gubernur Sumatera Selatan Ir. H. Ishak Mekki menyempatkan hadir dan membuka resmi International Seminar dan Workshop yang diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (STIFI) Bhakti Pertiwi di Ballroom Grand Atyasa Convention Center. Senin 23/01

Seminar dengan tema “The Role Of Pharmacist In The Era ASEAN Economic Communities (Prospect, Industry Clinical and Government)”. merupakan rangkaian Rapat Kerja Nasional Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Seluruh Indonesia (RAKERNAS ISMAFARMASI) XIII. 

Ishak Mekki menguraikan, Pemerintah provinsi Sumsel terus melakukan upaya untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik. Di Sumsel sendiri, Kabupaten Muara Enim telah menjalankan program dimana satu mahasiswa kesehatan melayani satu keluarga, ini ditujukan untuk memantau kesehatan keluarga sekaligus melayani kesehatan keluarga. 

Tak hanya itu berbagai upaya dalam mensejahterakan masyarakat Sumsel, Pemprov Sumsel telah membuat dan melakukan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 17 tahun 2015 tentang bebas asap rokok di tempat-tempat tertentu, ini juga bentuk dukungan pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Sumsel khususnya.  

“Harapan kita semua masyarakat Sumsel dalam layanan kesehatan dapat dirasakan kesejahteraanya,” harapnya

Dikatakan Ishak Mekki, Saat ini Pemprov Sumsel juga telah membangun rumah sakit pertama di lima Kabupaten antara lain Kabupaten Pali, Muaratara, Banyuasin, Empat Lawang, Lubuk Linggau. Disamping itu juga Pemprov Sumsel telah membangun Rumah Sakit Umum Daerah provinsi Sumsel dengan layanan unggulan yang insha allah akan mulai beroperasional 2018. 

“Sehubungan dengan upaya mensejahterakan masyarakat Sumsel, sarjana farmasi harus bersinergi dalam pelayanan kesehatan masyarakat, baik itu di puskesmas maupun di rumah sakit,” ajaknya 

Lanjut Ishak, untuk saat ini kebutuhan sarjana farmasi belum mencukupi baru sekitar 15% kebutuhan sarjana farmasi yang ada di Sumsel.
Tentunya peranan sarjana farmasi sangat dibutuhkan, apalagi dalam menanggapi kendala-kendala yang dihadapi sekarang ini adalah  masih banyaknya obat-obat palsu yang masih beredar, juga masih adanya alat-alat kesehatan yang tidak standar. 

“Saat ini sarjana farmasi masih sangat dibutuhkan di Sumsel, jadi jangan takut nantinya tidak bisa berkerja saya yakin lowongan tempat kerja telah menanti saudara-saudari,” imbuhnya 

Ishak menambahkan, Pemprov Sumsel dalam hal ini terus berupaya bagaimana menindak lanjuti amanat undang-undang dalam melayani kesehatan masyarakat. Dan pemprov sumsel telah mewujudkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dari tahun 2008 berobat gratis melalui program jamsoskes yang sekarang digabung BPJS Semesta, bagi yang tidak ikut jamsoskes bisa masuk kedalam BPJS semesta yang merupakan program Pemerintah provinsi Sumsel. 

“Harapan saya dengan adanya seminar ini ilmu teknologi kedokteran kesehatan terus berkembang, sebab kalau adik-adik tidak mengikuti teknologi maka akan ketinggalan, mudah-mudahan seminar ini bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan kita dan kemandirian kita,”tutupnya 

Turut hadir pada kesempatan ini Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan Dra. Lesty Nurainin Apt., M.Kes, Rektor Kampus STIFI Bakti Pertiwi Erjon M. Kes, Apt, Pengurus Daerah Ikatan Apotekwr Indonesia Sumsel Drs. Yasmin Hamdani, Apt, Lecturer kulliyah of Pharmacy International Islamic University Malaysia Deny Susanti B.Pharm, PHD. (rill)

Artikel Terkait