Laskarwongkito.com — Sejarah mencatat Indonesia dijajah oleh Kompeni Belanda selama 3,5 abad sejak jaman VOC hingga Hindia Belanda.  Tentunya dari rentang tahun jajahan yang cukup lama itu, banyak sekali jejak-jejak peninggalan bersejarah dari zaman Kompeni di hampir seluruh tempat di Indonesia. Tidak terkecuali di Palembang, Sumatera Selatan.

Salah satu jejak peninggalan Kompeni Belanda di Kota Palembang adalah Taman Wisata Kambang Iwak.

ki

(Sumber foto: indonesiakaya.com)

Tidak tahu persis apa nama taman ini di Zaman Belanda tapi yang jelas taman ini dibuat saat era kolonial, dan diperuntukkan bagi warga Belanda yang bermukim di sekitaran taman tersebut sebagai sarana rekreasi keluarga.

Hal itu dibuktikan dengan adanya pemukiman warga Belanda di sekitaran Taman Wisata Kambang Iwak yang sekarang nama daerah tersebut adalah kawasan Talang Semut.

Salah satu bukti lagi bahwa kawasan Talang Semut dahulu adalah pemukiman elite warga Belanda adalah bangunan antik yang sekarang menjadi rumah dinas Walikota Palembang dan hingga kini masih kokoh berdiri.

Kambang Iwak merupakan peninggalan sejarah Belanda yang dibangun pada tahun 1921. Semasa kepemimpinan Thomas Carlsen, Kambang Iwak hingga Talang Semut sudah direncanakan sebagai taman kota.

Pada era tahun 1930-an, kawasan Kambang Iwak masih berupa taman kota dengan konsep kebun binatang dan disebut masyarakat sekitar dengan Kebun Binatang.

9__img_4574_taman_ini_kerap_dijadikan_arena_bermain_untuk_keluarga_beserta_anak-anaknya

(Sumber foto: indonesiakaya.com)

Masyarakat dapat mengunjungi kawasan ini secara bebas dan juga menyaksikan berbagai macam binatang pada kandang tertentu. Mulai dari kelinci hingga rusa yang diletakkan pada beberapa titik di kawasan Kambang Iwak. Hal ini bertujuan untuk memancing minat penduduk terhadap penggunaan ruang publik taman kota.

Setelah kepengurusan Kambang Iwak tidak dalam kendali pemerintah Belanda lagi, pemeliharaan terhadap binatang-binatang tersebut mulai kurang diperhatikan, sehingga beberapa hewan tidak dapat bertahan dengan keadaan lingkungan buatan tersebut. Dan konsep kebun binatang bebas tidak dapat diterapkan lagi pada kawasan Kambang Iwak Palembang.

Pemerintah Palembang pada saat itu tidak terlalu optimal memfungsikan kambang Iwak, dan terbatas hanya pada fungsinya sebagai taman kota. Akibat dari tidak optimalnya penggunaan ruang publik ini, mengakibatkan penggunaan yang tidak layak oleh pengunjung, yang mengganggu keadaaan fisik maupun melanggar norma sosial dan susila di lingkungan tersebut.

Saat itu, sekitar tahun 1980-1990-an kawasan taman ini menjadi basecamp para pelaku waria dan PSK. Taman tersebut menjadi tempat prostitusi massal dan tempat muda-mudi bermaksiat, sehingga bila malam datang banyak warga yang enggan untuk datang ke tempat ini.

kambangiwak12bh

(Sumber foto: bp.blogspot.com)

Selain itu menurut cerita orang tua saat itu pula sering ditemukan karung berisikan mayat orang korban dari Petrus (Penembak Misterius) yang marak terjadi di era Orde Baru dahulu.

Namun akhirnya di awal awal tahun 2000-an, semuanya berubah. Kota Palembang berbenah terutama untuk menyambut PON tahun 2004 (PON pertama di luar Pulau Jawa) semua sudut Kota Palembang disulap menjadi kawasan elite, Jembatan Ampera bersolek dengan kemasan warna cat yang baru, Kawasan Benteng Kuto Besak dirombak abis-abisan menjadi Plaza BKB yang bersih, pembangunan di Kota Palembang menjadi marak.

Semuanya berubah, tak terkecuali Taman Wisata Kambang Iwak.  Awal 2000-an adalah momentum perubahan di Kota Palembang, pemerintah gencar mempromosikan Kota Palembang sebagai kota wisata yang wajib dikunjungi. Oleh karena itu, semua potensi wisata di kota tertua di Indonesia ini direnovasi habis-habisan.

Usai PON 2004, pemerintah kota Palembang menggenarkan program Visit Musi 2008 yang kemudian disambung pula ajang olahraga bergengsi Sea Games XXVI di tahun 2011.

taman-kambang-iwak

(Sumber foto: pergiberwisata.com)

Semua kawasan di Kota Palembang tidak luput dari pembangunan. Salah satu daerah yang tidak boleh dilupakan adalah kawasan Talang Semut berserta Taman Wisata Kambang Iwak di tengahnya. Kawasan tersebut dirombak habis-habisan, Taman Wisata Kambang Iwak yang dahulu angker dan jorok dirubah menjadi tempat yang elegan dan modern hingga sekarang menjadi tempat berkumpul wajib bagi warga Kota Palembang. Rasanya bagi para anak muda, belum gaul kalau tidak kumpul-kumpul di taman tersebut.

Mengapa Taman Wisata Kambang Iwak begitu diminati saat ini? Jawabannya karena taman tersebut sekarang telah bertransformasi menjadi daerah modern, selain itu taman tersebut juga memang terkenal begitu asri karena dikelilingi oleh pohon-pohon besar yang sangat rindang sehingga memberikan kesejukan di Kota Palembang yang terkenal panas dan juga di tengah-tengah taman terdapat danau yang bersih dilengkapi air mancur yang hidup setiap jam sepanjang hari yang dapat memberikan kenyamanan dan ketenangan kepada setiap penikmatnya.

taman-kambang-iwak-besak-2

(Sumber foto: wordpress.com)

Tidak hanya itu saja, Taman Wisata Kambang Iwak juga banyak dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang bisa membuat wisatawan betah berlama-lama bercengkrama di sana.  Adapun sarana dan prasarana yang ada di taman tersebut adalah joggingtrack bagi anda yang ingin berolahraga, kemudian tempat duduk yang banyak terdapat di pinggiran danau taman tersebut, lalu di area taman itu juga banyak terdapat warung atau kedai makan yang menyajikan aneka menu dengan harga yang terjangkau.

Semuanya tersedia lengkap di areal taman ini, untuk anda yang hobi online areal taman ini juga ditunjang dengan hotspotgratisan, dan yang tidak kalah penting pula untuk masuk ke taman ini anda tidak perlu takut dipungut biaya masuk karena taman ini gratis untuk umum.  Bila malam datang taman ini pun masih ramai dikunjungi oleh wisatawan karena saat malam taman ini begitu gemerlap dengan lampu-lampu hias yang mengelilingi hampir disetiap sudut taman.

41178_1414543727090_3591371_n

(Sumber foto: wordpress.com)

Oya guys, yang tidak kalah penting untuk disampaikan dengan segala kelebihannya sekarang kawasan Talang Semut dan Taman Wisata Kambang Iwak sempat dijadikan tempat penilaian yang menghantarkan Kota Palembang mendapatkan penghargaan “Asean Environment Sustainable City 2008”, sebagai Kota Terbersih se-Asean”.

Juga Taman Wisata Kambang Iwak sempat mendapatkan penghargaan sebagai “Taman Kota Terbaik se-Indonesia, atas nama Kambang Iwak (KI Family Park)”.

Fiuhh, Kambang Iwak ternyata membawa kebanggaan juga untuk kita ya Sob.. (red/dil)

Related Post