PALEMBANG — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Selatan (Kakanwil Kemenkum HAM Sumsel) Sudirman D. Hury mengatakan akan menindak tegas jika mengetahui dan mendapatkan laporan ada Imigran ilegal yang tinggal di provinsi Sumsel.

Apalagi, Sumsel memiliki banyak pulau kecil yang harus diawasi secara periodik dan intensif, baik itu pengawasan lalu lintas orang asing yang masuk atau keluar wilayah Indonesia maupun pengawasan terhadap keberadaan dan kegiatan orang asing di wilayah Indonesia.

Dijelaskan Sudirman, ada kalanya Imigran yang tertangkap oleh petugas imigrasi tidak memiliki apapun, sehingga untuk mendeportasi para imigran gelap ini kembali ke negara asalnya harus dikoordinasikan dengan pihak kedutaan besar yang bersangkutan.

“Sementara menunggu prosesnya, kita akan taruh di rumah Detensi imigrasi, berhubung Palembang tidak mempunyai rudenim, kita lempar ke Cikarang atau yang terdekat ke Pekanbaru, untuk menunggu proses keberangkatan mereka,” jelas Sudirman pada awak media, Jumat (27/01).

Lebih lanjut, Sudirman mengatakan, pihak Imigrasi tidak mempunyai anggaran khusus untuk memberikan tiket pulang ke negara asal bagi Imigran yang tidak mempunyai izin tinggal di Republik Indonesia.

Untuk itu, Sudirman juga menghimbau bagi masyarakat dan semua pihak lainnya agar lebih berhati-hati lagi, jika mengetahui ada Imigran gelap yang tidak mengantongi izin untuk tinggal di Republik Indonesia segera laporkan kepada pihak keimigrasian agar bisa langsung ditindak, namun jika ada pihak yang terkesan mensponsori para Imigran juga akan terkena sanksi

“Jika mereka (Imigran) ada yang besponsor atau ilegal, ini yang kita akan telusuri dan mencari terus, ¬†bukan hanya mereka tetapi sponsor juga akan bertanggung jawab dan kita akan sanksi, misalnya mereka tinggal di hotel itu menyalakan izin tinggal mereka tidak memberi tahu, hotel juga dapat kita akan kenakan sanksi¬† seperti tindak pidana keimigrasian,” urainya. (juniara)

Artikel Terkait