PALEMBANG — Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sumatera Selatan tak hentinya melakukan sosialisasi kepada masyarakat di Provinsi Sumsel. Salah satunya menggelar penyuluhan bahaya narkoba bagi siswa Madrasha Aliya Negeri (MAN) 3 dan SMA sederajat di Gedung Aula MAN 3 Palembang, Kamis (22/09).img_1146

Kagiatan ini mengusung tema “Mari hindari narkoba tingkatkanlah keimanan serta ketaqwaan kepada Allah SWT sebagai generasi penerus bangsa, jadikanlah dirimu insan yang mempunyai akhlak dan berbudi pekerti luhur”.

Dalam sambutan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumsel, Hj Tartila Ishak Mekki menyampaikan, berdasarkan hasil survei yang dilakukan BNN bersama Universitas Indonesia (UI), pada tahun 2008 menunjukan pengguna narkoba di Sumsel menduduki peringkat 10 besar. Sedangkan penyalahgunaan narkoba dikalangan remaja dan mahasiswa di Sumsel menempati urutan tiga di Indonesia.

img_1091“Penggunaan narkoba ini sebagian besar dilakukan ramaja sementara upaya yang telah dilakukan orangtua cenderung tidak didengar oleh remaja,” lanjutnya.

Banyak faktor penyalahgunaan narkoba seperti faktor individu dan lingkungan. Kalau individu biasanya karena rasa ingin tahu dan mencoba, keinginan untuk diterima dikelompok itu dan mode serta faktor yang terpengaruh sekali di lingkungan yang mengedarkan narkoba.

Dia menilai, penyalahgunaan narkoba bagi remaja terpengaruh juga akibat kurang komunikasi yang kurang baik antar keluarga.

“Melihat kenyataan ini, Tim PKK Provinsi Sumsel sangat peduli sekali terhadap kebahayaan narkoba kepada anak-anak, karena itulah dilakukan kegiatan penyuluhan bahaya narkoba,” img_1071sambungya.

Untuk menghindari penyalahgunaan narkoba sebaiknya dilakukan kegiatan yang positif seperti banyak membaca, olahraga, dan yang terpenting tingkatkan keimanan dan ketaqwaan.

“Jadi jangan sekali-sekali mencoba narkoba dan selalu berprestasi di sekolah sehingga terhindar dari narkoba,” terangnya.

Sementara Brigjen Polisi, Dr. Vicktor Pudjiadi dari Badan Narkotika Nasional (BNN) mengatakan, kegiatan ini dilakukan melaui cara Edutainment, Edukasi tapi Entertainment.

img_1053“Kalau kita hanya ngomong biasa kemungkinan nempel hanya 15 sampai 20 persen kalau ada gambar dilayar mungkin 50 persen, tapi kalau anak-anak ikut bermain didalam games-games dan hiburan semoga 100 persen bisa nempel,” ungkapnya.

Dia menambahkan, penyuluhan ini dengan pakai cara mendengar, melihat dan merasakan ikut bermain didalamnya seperti ada film, sulap, Micheal Jackson indonesia, band, display, lawak, film, gambar, puisi, games dan lainnya.

“Jadi ada variasi yang berbeda, daripada hanya bicara biasa saja, biasa saja tidak masalah. Tapi diharapkan dengan cara ini lebih nempel pada anak-anak karena kita mengikuti cara mereka,” pungkasnya. (adv)

Related Post