Palembang – Didampingi Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, dan Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Irwan, Gubernur Sumsel Herman Deru menghadiri silaturahmi Kapolda beserta Forkopimda Sumsel dengan Badan eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Sumsel di Hotel Aston Kamis (18/10). Melalui silaturahmi ini HD berharap laju demokrasi di Sumsel semakin dewasa.
“Pileg dan Pilpres ini acara besar tinggal 6 bulan lagi. Ini butuh perhatian dan kerja keras kita semua termasuk mahasiswa di BEM. Perlu kita sosialisasikan  kerja besar ini pada masyarakat. Demokrasi ini harus berjalan dengan terhormat,” ujarnya.
Menurut HD, kelancaran Pileg dan Pilpres tahun 2019 ini sangat penting karena Indonesia sebagai salah satu negara demokrasi terbesar di dunia. Karena itu dia meminta semua elemen masyarakat termasuk mahasiswa paling tidak ikut menjadi petugas yang bisa menginformasikan bahwa tanggal 17 April nanti Indonesia punya hajatan besar.
“Pelaksanaan ini akan menjadi penilaian nasional dan internasional, kita akan menjadi sorotan.Mari kita sama-sama ajak warga gunakan hak nya. Penyelenggara negara, dosen, akademisi dan semua kita ajak juga agar punya rasa tanggungjawab sehingga laju demokrasi semakin dewasa,” jelasnya.
Di tempat yang sama Kapolda Sumsel, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan tahun 2018 dan 2019 merupakan tahun pesta demokrasi. Dimana saat ini berlangsung tahapan pemilihan legislatif dan pilpres.
“Kita semua dituntut bijak dan peduli terhadap proses ini. Kami harap mahasiswa dan mahasiswi untuk berperan aktif dalam proses demokrasi di wilayah masing-masing. Sehingga demokrasi ini berlangsung sejuk, damai dan kondusif,” ujarnya.
Diakui Kapolda, dalam kondisi sekarang ini cenderung terjadi gesekan baik aktor politik atau pendukung dan hal ini perlu dihindari. Dengan kedewasaan mahasiswa Kapolda berharap gesekan ini tidak menimbulkan masalah. Sebaliknya justru dapat memperkokoh persatuan bangsa.
“Peran aktif rekan mahasiswa sangat besar dalam membangun suasana yang damai dalam proses demokrasi. Mahasiswa memiliki rasionalitas dan logika yang sehat sehingga bisa menyikapi politik dengan bijak” tambahnya.
Meski berbeda pilihan, Kapolda meminta  persatuan kesatuan tidak terpecah dan tetap kokoh selama pilkada.
“Mahasiswa sangat dominan pengaruhnya dalam situasi ini. Forum ini kita harap melahirkan ide n oemikiran dalam rangka mendorong pembangunan nasional dan daerah serta mendukung pileg dan pilpres yang aman dan damai,”jelasnya.
Demi terciptanya ketertiban dan keamanan Zulkarnain meminta semua kandidat se sumsel taat berkoordinasi dengan pihak keamanan sebelum melakukan kegiatan.
“Kalau ada kegiatan harus izin dulu dari KPU dan Kepolisian setempat. Seperti misalnya hendak kampanye tatap muka” jelasnya.
Hal yang sama juga diungkapkan Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Irwan, menurutnya sudah selayaknya Pilpres dan Pileg ini sikapi dengan susasan hati yang bersih agar tercipta keamanan.
“Silahan salurkan aspirasi sesuai hati nurani masing-masing. Kita siap bantu Polri di 5 Provinsi. komitmennya begitu. Netralitas harga mati. Kita bersama mudah-mudahan situasi yang sudah kondusif bisa berjalan baik dibantu BEM, tokoh masyarakat dan agama sehingga damai. itu yang kita harapkan” tegas Pangdam . (ADV)

Artikel Terkait