PALEMBANG — Pedasnya harga cabai dipasaran saat ini membuat masyarakat harus lebih irit dalam mengkonsumsi cabai.

Diungkapkan Kepala Dinas Perdagangan, Permana di sela kegiatan operasi pasar cabai, Jumat (13/1) di Pasar Cinde, tingginya harga cabai di pasaran disebabkan oleh stok yang berkurang dari pemasok luar Sumsel.

Menurut Permana, Setiap harinya Sumsel mengkonsumsi sebanyak 25 ton cabai. Sedangkan, Sumsel hanya bisa memenuhi pasokan 10 ton cabai perharinya dan sisanya dipasok dari Jawa Barat dan Surabaya.

“Karena harga di pulau Jawa lebih menarik jadi mereka lebih memilih memasok cabai di Pulau Jawa, itu mengapa harga cabai jadi melambung tinggi,” ujar Permana.

Oleh karena itu, Permana memberikan alternatif jangka panjang bagi masyarakat agar menghidupkan apotek hidup di perkarangan rumah masing-masing untuk memenuhi konsumsi sehari hari.

“Jadi masyarakat bisa menanam cabai dan kebutuhan lainnya, sedangkan untuk industri seperti rumah makan dan lainnya kita bisa penuhi pasokannya sehingga tidak terjadi kelangkaan,” ajaknya.(juniara)

RelatedPost