PALEMBANG — Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November merupakan momen bersejarah bagi para veteran yang turut ambil peran dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia.

Salah satunya, Sabarudin (77), seorang veteran yang ikut andil dalam masa perjuangan untuk memperebutkan kemerdekaan. Menurutnya, ketika mengingat hari pahlawan dirinya merasa sanagt sedih, seolah memori perjuangan masa silam terulang kembali.

“Sedih mengingat perjuangan. Bagaimana susahnya kita saat itu dalam menghadapi peperangan,” ujar lelaki berambut putih ini ketika diwawancarai usai menghadiri upacara peringatan hari pahlawan di Taman Makam Pahlawan Ksatria Ksetra Siguntang, Kamis (10/11).

Sabarudinpun menceritakan, dari seluruh peperangan yang ia jalani, ia masih teringat ketika  harus berperang selama 14 bulan di Sorong Irian Barat.

“Disana kami merebut satu batalion,” ungkapnya.

Tidak mudah menjalani pertempuran tersebut. Pasalnya, saat itu para pasukan harus berjalan kaki selama satu minggu untuk memasuki wilayah Sorong.

Medan yang dilaluipun sulit, selain melintasi hutan, jalananpun banyak dipenuhi oleh lumpur.

“Saat itu kalau diserang dari satu titik tidak bisa masuk. Jadi kita serang dari sebelah timur, barat, dan tengah. Saat itu saya bertugas di Bandung, saat di Sorong dibantu oleh Armed Medan. Setelah berjuang selama 14 bulan akhirnya kita berhasil menghabisi dan mengusir Belanda,” ceritanya. (juniara)

Related Post