PALEMBANG — Membludaknya jumlah guru honorer di kota Palembang, membuat pemerintah kota mengambil langkah untuk sementara tidak mengrekrut guru honerer lagi.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Ahmad Zulinto, menjelaskan, saat ini sudah banyak guru honor, melainkan persebarannya saja yang belum merata. Sehingga menurutnya perlu ada pemerataan penugasan sehingga jumlah guru honor seimbang di masing-masing sekolah.

“Saya tidak memperbolehkan sementara ini merekrut guru honor, stop dulu. Saya akan memetakan dulu sekolah mana yang kekurangan guru. Kalau ada sekolah yang kelebihan dan sekolah lainnya kekurangan guru, ini yang akan saya pindah tugaskan berdasarkan surat penugasan dinas pendidikan, supaya memeratakan guru honor,” tegasnya usai rapat awal tahun bersama kepala sekolah.  kepala SD, SMP, SMA dan SMK sekota Palembang di aula SMK 6, Senin (02/01).

Dirinya menambahkan, beberapa sekolah memiliki kebijakan merekrut guru honor kategori dua (K2), sementara ada sekolah lain yang kekurangan tenaga pengajar. Ketimpangan jumlah guru honor inilah yang menurut Zulinto, mulai tahun ini harus diselesaikan.

“Padahal sudah cukup guru honor di sekolah itu, tapi dia masih rekrut. Kalau guru honor sudah banyak, juga akan kita data. Kalau ada yang timpang, disini kelebihan atau disana kekurangan, maka akan kita mutasi,” tegasnya lagi sambil mengatakan akan mendiskusikan persoalan ini dengan Walikota Palembang.

Namun bagi pihak sekolah sendiri, perekrutan guru honor disesuaikan dengan kebutuhan dan tidak ada maksud mengambil jatah sekolah lain.

Pada kesempatan sama, Kepala SDN 230 Palembang, Nuraini, S.Pd mengatakan, perekrutan guru honor dilakukan sesuai kebutuhan jumlah murid, mata pelajaran dan ruangan kelas.

Kemudian jumlah guru yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang relatif masih sedikit, lanjutnya, mengharuskan pihaknya merekrut guru honor K2.

“Kami ada 10 PNS dan 13 guru honor. Mereka dibagi untuk mengisi 14 ruangan belajar dan siswa kami 570 orang. Jumlah keseluruhan guru itu sudah kami sesuaikan. Memang ada yang akan dimutasi sebagian, tapi masih didata,” singkatnya. (juniara)

RelatedPost