Palembang – Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin menghadiri Pembukaan konferensi kerja provinsi III PGRI tahun 2018 di Gedung Science Center Universitas PGRI Palembang Sabtu, (24/02).

Konferensi ini mengambil tema yang bertajuk meningkatkan kesadaran kolektif guru dalam meningkatkan disiplin dan etos kerja untuk pendidikan yang bermutu. Kegiatan tersebut diawali dengan pemukulan gong oleh Gubernur Sumsel yang menandakan telah dibuka konferensi tersebut secara resmi.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Ketua Umum PB PGRI Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd dan Ratusan Kepala Sekolah Se-Kota Palembang.

Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin mengatakan, dari dulu sejak ia menjadi Bupati Musi Banyuasin sudah menginginkan membangun satu pusat gedung tempat pendidikan guru yang dilengkapi dengan asrama. Menurutnya, disana guru-guru itu nanti terutama guru yang di daerah pelosok, daerah terpencil, daerah perairan diberikan ilmu-ilmu baru, diberikan yang terbaik, agar dapat mengikuti perkembangan zaman yang semakin hari semakin canggih.

“Supaya fresh kembali, supaya tidak ketinggalan zaman, karena sekarang zaman now. Saya kasih tanahnya sekarang, nanti kita carikan dana untuk membangun. Karena ini untuk guru jadi leadingnya adalah PGRI. Silakan nanti PGRI harus berkerjasama dengan pihak ketiga yang sudah terbukti maju di bidang pendidikan,” ungkapnya

Pelopor sekolah gratis dan berobat gratis ini pula menuturkan, Provinsi Sumsel tidak hanya maju di bidang sumber daya alam dan infrastrukturnya saja. Terbukti dikatakannya, untuk memajukan sumber daya manusianya, Pemerintah Provinsi Sumsel melaksanakan praktek di lapangan secara langsung dan konsisten melaksanakan, merealisasikan sekolah gratis hingga sarjana dan berobat gratis.

“Sekolah gratis dan berobat gratis itu asalnya dari Provinsi Sumsel. Semua itu dilakukan untuk menyetarakan dan mensejahterakan masyarakat.
Kalau berbicara mengenai pendidikan yang pertama itu guru, kedua guru, ketiga guru. Guru itu harus sejahtera di atas sejahtera dan kualitasnya harus membanggakan,” tegasnya

Dalam kesempatan yang sama Alex memberikan semangat untuk seluruh guru yang hadir melalui paparannya terkait perjuangan Sumsel merebut Asian Games. Diuraikannya secara rinci, untuk mempromosikan Provinsi Sumsel ia memilih jalur olahraga, Alex menganggap hal tersebut sangat erat kaitannya dengan Provinsi Sumsel yang memiliki pengalaman menyelenggarakan event-event olahraga international.

Faktanya lanjut Alex, Jakabaring Sport City telah digunakan untuk penyelenggaraan event olahraga mulai dari PON 2004, Sea Games 2011, 3rd Islamic Solidarity Games 2013 dengan peserta 52 negara, 17th Association of South East Asian Nations (ASEAN) University Games pada 2014. Sejak saat itu hampir 40 event olahraga bertaraf Asia, Asia Pacifik bahkan dunia bermain di JSC. Bahkan yang paling membanggakan Agustus mendatang Provinsi Sumsel menjadi tuan rumah Asian Games ke-18, dan di tahun 2019 Kejuaraan dunia bowling dan Dayung berlaga di Jakabaring Sport City.

” Guru adalah Pahlawan tanpa tanda jasa. Beri aku semangat PGRI insha Allah kita sukseskan Asian Games,” pungkasnya

Artikel Terkait