Palembang – Pengurus Aliansi Penyelenggara Perguruan Tinggi (APPERTI) Wilayah Sumatera Selatan Bangka Belitung Periode 2018-2022 resmi dilantik oleh Ketua Umum Pusat APPERTI, Jurnalis Udin di Griya Agung, Selasa (24/4) malam. Pelantikan ini disaksikan langsung oleh Gubernur Sumsel Alex Noerdin.
Adapun pengurus terpilih yang dilantik masing-masing yakni Irzanita sebagai Ketua Umum APPERTI Sumsel Babel, Wakil Ketua Umum Zaidan Nawawi serta Sekretaris Medi Purwanto. Sementara itu pembacaan surat keputusan pengurus dilakukan langsung oleh Ketua Umum Pusat APPERTI Jurnalis Udin.
Ketua Umum APPERTI Sumsel Babel terpilih Irzanita dalam sambutannya mengatakan, sangat bersyukur dapat menggelar pelantikan tersebut dan mendapat dukungan Gubernur Sumsel. Diapun berharap dengan kehadiran APPERTI Sumsel-Babel ini dapat menjadi wadah dan sarana bagi perguruan tinggi untuk menghadapi permasalahan baik internal maupun external Perguruan Tinggi yang ada.
” APPERTI ini didirikan di Jakarta 16 sept 2017. Terbentuknya aliansi ini karena adanya permasalahan bagi penyelenggara PT dimana sering ada ya ketidakseimbangan aspek keadilan dan swasta selalu dianak tirikan baik dari sisi anggaran dan kebijakan.  Untuk itu saya berharap dengan adanya APPERTI ini bisa menjadi wadah  yang mengakomodir dalam PT menghadapi masalah internal dan pemerintah dengan berazazkan Pancasila, independen terbuka dan demokratis,” jelasnya.
Sementara itu, Gubernur Sumsel saat memberikan kata sambutan mengatakan sudah sejak awal kepemipinannya baik di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dan Sumsel memang memprioritaskan pendidikan dalam program upaya membangun daerah. Selain bidang pendidikan, bidang kesehatan juga tak luput dari perhatiannya.
“Kalau anda jeli, boleh lihat dari dulu sampai sekarang prioritas pembangunan Sumsel itu memang pendidikan dan kesehatan. Karena dua pondasi itu penting untuk menghasilkan SDM  berkualitas. Mulai dari SD sederajat hingga SMP/Mts dan SMA kita beri sekolah gratis. Bahkan beberapa tahun terakhir kita gratiskan smapai sarjana. Sudah ada tiga perguruan tinggi yang bekerjasama. Jadi saya tidak main-main kalau soal pendidikan,” tegasnya.
Selain Unsri, Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah diakuinya sudah menjalin kerjasama terkait penyediaan kuliah gratis. Hal ini sayang sekali dilewatkan bagi para lulusan SMA di Sumsel. ” Kita juga terbuka untuk PT Swasta, jika sudah memenuhi syarat tentu kerjasama bisa dilakukan,” tambahnya.
Tak hanya mengupas soal program Sekolah dan Berobat gratis yang menjadi program andalan, kesempatan tadi malam juga dimanfaatkan Alex Noerdin untuk mensosialisasikan Asian Games XVIII Agustus me datang.
Dikatakan Alex Noerdin, masyarakat harus tahu bahwa Asian Games bukan hanya menghabiskan uang saja. Asian Games seharusnya membuat warga Sumsel bangga, karena untuk bisa menjadi salah satu tuan rumah bukan perkara mudah. Butuh perjuangan yang berdarah-darah.
“Di luar orang banyak bilang ini hanya menghabiskan uang sehingga tidak bisa memperbaiki jalan rusak. Padahal kita membangun proyek itu tidak pakai APBD. Bayangkan APBD Sumsel itu hanya Rp8 triliun. Itu tidak akan cukup,” ujarnya.
Justru dengan adanya Asian Games di Palembanglah, pemerintah pusat banyak menggelontorkan APBN hingga Rp68 triliun. Dana itulah yang kemudian digunakan untuk membangun sejumlah proyek megah di Sumsel untuk mendukung Asian Games.
“Kita dapat LRT, 2 Jembatan Musi, underpass, fly over, RS berstandar internasional hingga penambahan kapasitas air dan listrik hingga kapasitas bandara dari 2 jutamenjadi 4 juta,” paparnya.
Belum lagi puluhan venue yang diakui dunia seperti venue dayung seoanjang 2300 meter kemudian Bowling center yang tak kalah megah.
” Modal kita itu tiga. Pertama zero konflik, kedua kita punya pengalaman  dan kita punya fasilitas lengkap. Jadi jangan heran kalau  Sumsel kini sudah jadi salah satu tujuan wisata olahraga terbaik di indonesia bahkan dunia,” pungkasnya.

Artikel Terkait