PALEMBANG — Dalam rangkaian kunjungan ke Australia, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin dan rombongan sempat diterima Gubernur Australia Barat Kerry Sanderson.
Usai melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU antara Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PD PDE) Sumsel dengan Oropesa Port Management Pty Ltd, Selasa (31/5) waktu Australia, Gubernur Alex Noerdin yang terdiri dari Direktur PD PDE A Yaniarsyah Hasan, staf khusus Muhamad Jhonson bersama Konsul Jendral Republik Indonesia (KJRI) di Perth Ade Padmo Sarwono bertemu di kantornya.
Dalam pertemuan antara Gubernur Alex Noerdin dan Gubernur Kerry Sanderson dibicarakan berbagai rencana kerjasama antara Sumatera Selatan dengan Australia Barat, yang telah dimulai dengan penandatangan MoU kerjasama Oropesa Port Management Pty Ltd dan PD PDE Sumsel.
Seperti ditulis dalam website KJRI Perth, Gubernur Australia Barat Kerry Sanderson yang pernah menjadi CEO Fremantle Port juga memberikan dukungan terkait kerjasama tersebut.
Gubernur wanita pertama di Australia Barat tersebut mengharapkan dari kerjasama yang telah dijalin dapat mendorong interaksi yang lebih meningkat antara Sumatera Selatan dan Australia Barat.
Gubernur Australia Barat  juga terkesan dengan program-program pembangunan di Sumatera Selatan yang dijelaskan Alex Noerdin, pendidikan dan pelayanan kesehatan gratis bagi rakyat Sumatera Selatan.
Sebelumnya, bertempat di kantor Oropesa Port Management yang terletak di 221 George Terrace. Penandatanganan MoU tentang feasibility study atau FS
Ditandatangani A Yaniarsyah Hasan Direktur Utama PD PDE dengan Captain Mick Edwards CEO Oropesa Port Management.
Menurut Leny Maryouri staf khusus Gubernur Sumsel, penandatangan disaksikan Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Ade Padmo Sarwono Konsul Jenderal RI di Perth dan  Astrid Vasile Regional Director  Indonesia Diaspora Business Council di Australia.
Leny Maryouri menjelaskan, penandatangan MoU tersebut adalah tindak lanjut program kerjasama yang akan dilakukan antara Pemerintah Australia Barat dan Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan dengan difasilitasi KJRI Perth dan mendapat dukungan Indonesian Diaspora Business Council.
“Setelah MoU ini Oropesa Port Management Pty Ltd yang akan membuat feasibility study atau FS yang mencakup 13 poin yang tertuang dalam kesepakatan.  Targetnya  pada 31 Agustus 2016 laporan kemajuan FS akan disampaikan kepada Gubernur Sumsel dan 31 Agustus 2017 merupakan target paling akhir FS selesai,” kata Leny Maryouri. (dedi)

RelatedPost