Sriwijaya FC  kembali gagal membawa poin dari lagi tandang yang mana kali ini harus kalah dari tuan rumah Perseru Serui dengan skor tipis 0-1, Minggu (27/5) malam di stadion Gajayana Malang. Dengan hasil ini laskar wong kito gagal memperbaiki peringkat di klasemen sementara kompetisi Liga 1 Indonesia 2018 dan masih tertahan di posisi 5.
“Selamat untuk Perseru, sebenarnya kami sangat mendominasi jalannya pertandingan di kedua babak. Namun hari ini kami kurang tajam dan 5 pemain mereka tidak pernah keluar dari pertahanannya, itu sangat menyulitkan kami,” ujarnya usai pertandingan.
Eks pelatih timnas Indonesia ini pun menyebut beberapa pemainnya memang bermain dibawah form terbaiknya di laga ini. “Kualitas umpan silang kami hari ini tidak terlalu baik, pergerakan pemain juga mudah dibaca,” ungkapnya.
Setelah kebobolan, SFC pun sempat mendapatkan peluang yang diakui RD seharusnya berbuah gol. “Sudah 99 persen, namun itulah sepakbola. Perseru juga sangat efektif dan bisa memaksimalkan satu-satunya peluang yang mereka ciptakan di laga ini,” jelasnya.
Sementara itu, pelatih Perseru Serui Putu Gede menyatakan anak asuhnya bermain sangat luar biasa di laga ini. “Ini kemenangan berkat kerja sama seluruh tim, mereka sangat kompak, di luar dan dalam lapangan, ada sedikit keberuntungan juga tadi,” ungkapnya.
Selain itu, Putu Gede juga menyebut bermain melawan SFC yang berstatus sebagai tim bertabur bintang juga menambah motivasi anak asuhnya. “Mereka sangat ingin menunjukkan bahwa mereka tidak kalah dari tim seperti SFC, selain itu saya bersyukur pemain pengalaman seperti Yamashita mampu membimbing rekannya yang lain sehingga mereka percaya diri dan tenang sepanjang laga,” pungkasnya.
Jalannya pertandingan
Di babak pertama, meski berstatus sebagai tim tamu Sriwijaya FC lebih banyak menguasai pertandingan dan unggul dalam penguasaan bola. Perseru sendiri mengandalkan serangan balik dengan memanfaatkan kecepatan Yohanis Nabar, eks pemain SFC musim lalu.
Hamka Hamza sendiri sempat mencetak gol ke gawang Perseru di pertengahan babak pertama, namun dianulir wasit Andi Asri yang memimpin pertandingan karena melihat Mohamadou Ndiaye melakukan pelanggaran terlebih dulu kepada penjaga gawang Samuel Reimas.
SFC kembali mendapat peluang emas di menit 39 saat Manucechr Dzalilov berhasil mengirimkan umpan matang ke dalam kotak penalti, namun Beto terlambat menerima umpan tersebut. Skor imbang tanpa gol menutup 45 menit babak pertama.
Di babak kedua, kendali permainan tetap dikuasai oleh SFC dan di menit 52 kembali Beto mendapat peluang emas menerima umpan Viscarra, namun tendangannya masih melambung tinggi di atas mistar gawang Perseru. Tidak lama berselang giliran Viscarra yang meraih peluang emas dan tinggal berhadapan dengan penjaga gawang lawan, namun tendangannya tidak menemui sasaran.
Petaka datang bagi SFC di menit 82 saat serangan balik Perseru dan blunder yang dilakukan Alfin Tuasalamony membuat dan dimanfaatkan oleh Fredik Suruan. Ndiaye berusaha memotong tendangan tersebut namun bola malah melaju ke gawang Teja Paku Alam dan merubah skor menjadi 1-0. Setelah gol ini, SFC langsung mengurung pertahanan Perseru dan menciptakan sejumlah peluang namun tidak mampu membalas, skor akhir tetap untuk keunggulan Perseru.

Artikel Terkait