PALEMBANG —Meski gagal meraih kemenangan saat menjamu Semen Padang, Jumat (11/8) malam kemarin di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, namun Sriwijaya FC mencatat torehan positif lain di derby Sumatera tersebut. Untuk ketiga kalinya secara beruntun, lini pertahanan laskar wong kito mencatatkan clean sheet dan memperpanjang catatan tanpa kekalahan menjadi 7 laga berturut-turut.

Sebelumnya, sepanjang putaran pertama kompetisi Liga 1 Indonesia 2017 lalu, meski banyak mencetak gol, namun gawang SFC yang dijaga oleh Teja Paku Alam dan Sandy Firmansyah juga cukup sering dibobol oleh lawan. Total 21 gol sudah bersarang ke gawang SFC hingga sejauh ini.

“Soal hasil tentu sangat kecewa karena seri sama saja kalah jika di kandang, tetapi saya tetap harus memberikan apresiasi kepada pemain karena sudah bekerja keras dan ada peningkatan di lini belakang. Selama ini beberapa kali lini pertahanan acapkali kebobolan karena kesalahan sendiri dan kurangnya konsentrasi, terutama di menit awal atau akhir,” ungkap caretaker tim SFC, Hartono Ruslan saat dihubungi Minggu (13/7) sore.

Di awal putaran kedua ini, manajemen SFC sendiri pun menyatakan fokus utama adalah memperbaiki kinerja lini belakang dan mendatangkan sejumlah rekrutan anyar di posisi tersebut. Setidaknya 2 nama kini sudah didaftarkan sebagai amunisi baru di lini belakang SFC yakni Dominggus Fakdawer (eks Persipura) serta Achmad Faris (eks Persegres).

Nama pertama sendiri bahkan sudah melakoni debutnya bersama SFC saat laga kontra Semen Padang kemarin. Pemain asal Papua ini masuk di awal babak kedua menggantikan Bobby Satria dan penampilannya sendiri cukup mendapat pujian dari sejumlah pihak. Ketenangannya dalam membaca permainan serta tackling tanpa kompromi membuat lini pertahanan SFC yang digalangnya bersama Yanto Basna aman dari serbuan lawan. “Secara umum saya cukup puas dengan penampilan Fakdawer, dia menunjukkan kualitasnya dan menurut saya bisa memberikan pengaruh positif untuk tim kedepannya,” puji Hartono.

Sementara itu, Yanto Basna juga mengaku kedatangan Fakdawer sangat membantu barisan lini belakang SFC. “Meski sama-sama berasal dari Papua, namun ini pengalaman pertama saya bermain dan duet dengan Fakdawer, dia adalah senior saya. Sempat ada beberapa kesalahan yang kami buat kemarin, namun di 2-3 pertandingan kedepan semua akan lebih baik lagi,” ujarnya singkat. (dedi)

Artikel Terkait