PALEMBANG — Karena masih fokus menyelesaikan evaluasi dan persiapan pembentukan tim, manajemen Sriwijaya FC akhirnya batal memenuhi undangan HUT PT Inalum (Persero) yang direncanakan digelar 10 Januari di Medan Sumatera Utara. Surat resmi terkait permohonan maaf terkait hal ini pun sudah disampaikan oleh manajemen PT SOM kepada panpel, 31 Desember kemarin.

“Yang pertama karena seluruh pemain masih dalam masa libur sampai dengan manajemen menyelesaikan proses evaluasi. Selain itu saat ini kami pun juga tengah bersiap mengikuti dan menunggu hasil Kongres PSSI, 8 Januri nanti sehinga tidak siap memenuhi undangan tersebut,” jelas sekretaris PT SOM, Faisal Mursyid saat dikonfirmasi Minggu (1/1) sore.

Sebelumnya, SFC memang sudah mendapat undangan resmi terkait rencana PT Inalum (Persero) untuk menggelar pertandingan Derby Sumatera antara Sriwijaya FC melawan Semen Padang, 10 Januari mendatang. Menurutnya, berdasarkan arahan dari Presiden SFC, maka konsentrasi utama pihaknya saat ini adalah menyelesaikan evaluasi dan persiapan menyongsong keikutsertaan SFC di Piala Presiden serta kompetisi Indonesian Super Lague (ISL) mulai Februari nanti.

Sementara itu, sekretaris tim SFC Ahmad Haris menyebut pihaknya selangkah lagi menyelesaikan proses evaluasi. “Kemungkinan di minggu pertama Januari ini kita akan mengundang pelatih Widodo C Putro untuk bertemu langsung dengan Presiden klub guna melaporkan hasil di kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 lalu,” jelasnya.

Meski terkesan adem ayem di bursa transfer pemain kali ini, namun Haris menyebut bahwa pihaknya sudah melakukan persiapan guna memenuhi target juara yang diusung oleh pembina SFC, Alex Noerdin di kompetisi ISL 2017 ini. “Namun sesuai arahan dari manajer, maka tidak elok rasanya jika kita mengumbar sesuatu yang belum resmi, apalagi jika berkaitan dengan pihak-pihak yang masih terikat kontrak, baik itu pemain dari SFC atau luar,” tegasnya.

Beberapa nama kini memang mulai dikaitkan sebagai incaran SFC untuk musim depan, mulai dari Nur Iskandar (Semen Padang), Rahmad Hidayat (Persib Bandung) atau Hamka Hamzah (Arema Cronus). “Jika melihat sosok Nur Iskandar sebagai top asssit lalu atau Hamka Hamzah yang merupakan pemain belakang terbaik di TSC lalu, tentu hal ini sangat kami apresiasi karena merupakan transfer efektif dan memang sangat diperlukan untuk mengangkat performa SFC, sehingga panic buying seperti saat merekrut Osas Saha atau Simone Quinteri di turnamen PJS lalu tidak terulang,” ungkap Ariyadi Eko, Ketum Singa Mania saat dimintai komentarnya mengenai hal ini.

Namun pihaknya mengingatkan agar manajemen juga tetap memberikan porsi ideal bagi para pemain muda SFC yang terbukti mampu memberikan kontribusi positif di TSC 2016 lalu. “Sebagai suporter tentu kami sangat ingin melihat SFC merengkuh gelar juara, namun tidak daat dipungkiri bahwa ada kebanggaan lain jika melihat tim SFC dihuni oleh pemain asli Sumsel atau binaan sendiri. Teja Paku Alam, Ichsan Kurniawan, Zalnando dan Manda Cingi yang bersinar di TSC 2016 lalu adalah hasil keberanian manajemen diiringi dengan kepercayaan dari tim pelatih, kami pikir hal ini harus diteruskan kedepannya,” harapnnya. (dedi)

RelatedPost