Ekonomi Melemah, Produk UMKM Tetap Eksis

PALEMBANG— Meski kondisi ekonomi Indonesia saat ini tengah sulit dan melambat, tetapi produk-produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) tetap akan ditampilkan agar bisa dikenal dan menjadi sumber ekonomi masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Ahmad Rizali seusai membuka OpeningĀ  Ceremony dan Stage Event, Pameran Produk Khas Daerah, di Atrium Palembang Indah Mall, Kamis (22/09). Menurutnya, Pameran produk khas daerah yang dilaksanakan lebih didominasi oleh konveksi dan kuliner. Selain di Palembang kegiatan serupa dilakukan juga di kota-kota.

Sekitar 20 stan semua dari berbagai provinsi i Indonesia seperti Semarang, Jawa Timur juga Lombok dan Sumatera turut meramaikan pameran tersebut.

“Kalau Papua susah membawanya karena biayanya mahal kecuali kegiatannya betul-betul sifatnya Nasional. UMKM banyak begerak di Konvesi dan Kuliner, karena kalau di pabrikan seperti Industri, kalau ini umumnya produk rumah tangga produk masyarakat langsung tidak menggunakan teknologi terlalu tinggi,” urainya.

Dikatakannya, Sumsel hanya mengikutkan produk unggulan kain tenun songket. UMKM di Sumsel sudah banyak memasarkan produk-produk lewat media Online, bahkan sampai ke Malaysia dengan jaringan Bisnis to Bisnis.

“Salah satu kelemahan online ini, terutama penjualan barang, orang tidak tahu kualitas makanya saya bilang jangan sekali-kali membohongi
sebab itu membuat kita hancur,” imbaunya.

Sumsel sudah sering mengekspor produk makanan dan minuman ke Ghuang Zho dan Korea, seperti kuliner tekwan yang dikirimkan dengan cara dikeringkan, tidak dalam bentuk langsung makan karena pengiriman butuh waktu.

“Untuk membuka usaha atau berdagang membutuhkan pemasaran, pemasaran butuh tempat, dengan melalui online mereka tidak butuh tempat yang terpenting kepercayaan dan kualitas itu harus di tingkatkan untuk konsumen.
Inti dari pameran ini adalah pengenalan untuk produk-produk itu,” tutupnya.(juniara)

Related Post