PALEMBANG — Sebanyak 2 pemain menjadi korban kerasnya laga Bhayangkara FC melawan Sriwijaya FC, Minggu (20/8) sore di stadion Patriot Bekasi. Awan Setho menjadi pemain pertama yang harus meninggalkan lapangan usai berbenturan dengan Manda Cingi di menit 16 babak pertama.

Sementara itu, kapten laskar wong kito Yu Hyun Koo juga harus dilarikan ke luar lapangan setelah kepalanya bocor usai terkena sepatu Lee Yo Joon di penghujung babak pertama. Luka yang dialami pemain asal Korea Selatan ini pun cukup serius karena bagian kepalanya terus mengucurkan darah segar.

Kondisi ini sempat membuat tim medis panik dan langsung membawa Yu Hyun Koo ke ruang medis guna diberikan perawatan lebih intensif. “Memang ada luka robek selebar 2 cm di permukaan kepala yang mengakibatkan memar dan robek sehingga keluar darah segar,” ujar dokter tim SFC, Ibadurahman saat dikonfirmasi mengenai hal ini usai pertandingan.

Pelatih SFC, Hartono Ruslan menyebut keluarnya Yu membuat dirinya harus melakukan sejumlah perubahan di lini tengah. “Keluarnya Yu Hyun Koo membuat lini tengah gak longgar pressurenya, kekuatan kami memang sedikit berkurang setelah itu. Namun saya sendiri memang tidak mungkin memaksakannya bermain dengan luka seperti itu, saya juga sempat khawatir melihat kondisinya tadi,” ungkapnya.

Yu Hyun Koo sendiri memang sempat tidak sadar bahwa kepalanya terus mengeluarkan darah segar dan meminta agar terus bermain. “Tapi saat saya memegang kepala, saya lihat darahnya cukup banyak dan mulai pusing,” ujarnya.

Sementara itu, pelatih Bhayangkara FC menilai kepemimpinan wasit asing asal Iran di laga ini tidaklah terlalu istimewa.“Mungkin ini bukan hari yang bagus untuk wasit, saya melakukan protes karena baju kiper saya robek di bagian dada dan membekas. Saya protes keras karena pemain saya terancam dan ingin melindunginya. Dalam pandangan saya kalau ingin mendatangkan wasit harus lebih baik dari yang lokal, tapi mungkin ini bukan penampilan terbaik mereka,” keluh Simon.

Sebelumnya, wasit asal Iran ini juga mendapat kecaman keras dari pelatih PSM Makassar, Rene Albert saat laga kontra Persija Jakarta (15/8) lalu. “Kekecewaan terbesar adalah wasit yang kita bawa dari jauh sana tetapi masih di bawah standar,” ucap Rene Albert. Saat itu, gol Wiljam Pluim di menit 82 dianulir wasit yang sama dan pemain asal Belanda itu pun mendapat KK yang diprotes keras oleh kubu PSM. (dedi)

Artikel Terkait