PALI — Ketua Himpunan Pendidik Anak Usia Dini (HIMPAUDI) Sumatera Selatan Hamdasiah didampingi Bunda PAUD Kabupaten PALI Hj Sri Kustina melantik pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) HIMPAUDI PALI, di gedung Pesos komplek Pertamina Pendopo, Selasa (10/1).

Dalam sambutannya , Bunda PAUD Kabupaten PALI Hj Sri Kustina memaparkan fungsi HIMPAUDI.

“Sebagai wadah untuk menghimpun pendidik anak usia dini dan sebagai wadah meningkatkan kwalitas Tanaga pengajar serta tempat meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik anak usia dini,” papar Hj Sri Kustina.

Istri Bupati PALI juga mengharapkan dengan dibentuk dan dilantiknya DPD HIMPAUDI PALI ,program Dinas Pendidikan yang menargetkan satu desa satu PAUD bisa tercapai.

“Kami harapkan program Disdik bisa tercapai,karena pentingnya mendidik anak sejak dini harus dilakukan untuk mencetak generasi hebat demi membangun daerah kita ini,” harapnya.

Sementara itu, Gogor Wirabumi Asisten II yang mewakili Bupati PALI berpesan agar seluruh pihak agar bersinergi agar dunia pendidikan di PALI bisa maju pesat.

“Memupuk anak usia dini dengan pengetahuan serta wawasan, merupakan langkah penting dalam mencetak generasi PALI yang cerdas. Pemerintah juga sangat memperhatikan tenaga pengajar, sarana prasarana pendidikan, dari PAUD sampai SMA, agar cita-cita kita mewujudkan PALI Cemerlang cepat tercapai,” pesannya.

Pasca dilantiknya DPD HIMPAUDI, harapan pendidik di tempat sekolah bagi anak usia dini tertumpu di organisasi ini. Banyak diantara pendidik berharap menginginkan kesejahteraan dan ada yang menginginkan Dinas Pendidikan Kabupaten PALI memberlakukan syarat masuk Sekolah Dasar (SD) harus ada ijasah PAUD.

“Dengan diberlakukan syarat masuk SD harus ada ijasah PAUD, nantinya bisa mendorong masyarakat untuk memasukan anaknya di PAUD. Mengingat saat ini,ijasah atau sertifikat yang dikeluarkan PAUD seolah tak berarti,” saran Reni Mayasari, salahsatu pendidik di PAUD Permata Hati yang ada di Desa Prabumenang Kecamatan Penukal Utara, usai pelantikan.

Diakuinya, syarat tersebut sudah diberlakukan di daerah lain,dan hasilnya seluruh masyarakat di daerah itu mentaatinya.

“Pernah ada anak didik kami yang ingin masuk SD ke daerah provinsi Lampung, tetapi ditolak karena sertifikat kelulusannya di PAUD kami tidak dibawa. Hal itu juga semestinya diterapkan di PALI agar menggugah kesadaran masyarakat untuk memasukan anaknya di PAUD sebelum masuk SD,” pintanya. (yudhi)

RelatedPost