PALEMBANG – Upaya Provinsi Sumatera Selatan sebagai tuan rumah yang baik terus dilakukan. Bukan hanya dari venue olahraga saja, semua fasilitas pendukung juga secara detil diperhatikan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Cipta Karya (CK) Provinsi Sumsel, Basyaruddin Akhmad mengatakan, dari 11 cabang olahraga yang diselenggarakan di Palembang pada Asian Games ada dua kategori yakni olympic sport seperti menembak,
rowing, voli pantai, tenis, triathlon dan lainnya. Kemudian non olympic sport yakni sepak takraw, panjat tebing, canoe atau kayak serta bowling.

Semua venue ini terus dibenahi hingga berstandar internasional. Bukan itu saja di Jakabaring Sport City (JSC) juga dibangun 6 tower athletes Village yang diperuntukan para atlet, tribune building untuk voli pantai serta pembangunan fasilitas pendukung lainnya seperti NOC room, changing rooms, medical room, dopping room, dan VVIP room.

Untuk membangun semua ini kata Basyaruddin melibatkan semua pihak mulai dari BUMN dan lembaga lainnya. Seperti venue tenis, saat ini ada 8 yang dulu dibangun PTBA saat SEA Games lalu namun untuk persiapan Asian Games akan ditambah lagi.

“Jadi untuk Asian Games nanti gedung tennis akan ditambah lagi 8 buah dengan fasilitas yang lebih baik,” katanya saat Rapat persiapan Pelaksanaan Asian Games XVIII-2018 Kota Palembang di Kantor BPKP Perwakilan Provinsi Sumsel, Jalan Bank Raya No 2 Palembang, Selasa (6/9).

Dia menuturkan, untuk bowling sendiri gedungnya dibantu PT. Sinarmas sebesar Rp 25 miliar. Kemudian ada perbaikan untuk sport climbing dengan biaya sebesar Rp. 6 milar. Di JSC pun akan ditambah toilet yang berstandar internasional.

Di bidang transportasi lanjut Basyaruddin, untuk mengindari kemacetan dibangun telah light rail transit (LRT), Jembatan Musi IV dan Musi VI agar tidak terjadi penumpukan di Jempatan Ampera dan jalan tol Palembang-Indralaya (Palindra).

Sementara itu, Asisten III Setda Provinsi Sumsel Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Ahmad Najib menyampaikan, kegiatan Asian Games akan dilaksanakan pada tahun 2018, awalnya dari 2014 yang ditentukan Jakarta dan Palembang.

“Nanti ada 28 olimpic sport yang dipertandingkan. Untuk di Sumsel olimpic sport ada 11 cabang dan non olimpic seperti takrau, sport climbing, canoe/kayak dan bowling. Kemudian ada 45 negara dan 1000 lebih atlet yang datang. Ditambah dengan 3.000 media, tentu kami perlu pengawalan BPKP dalam penyelenggaraannya,” ucap Ahmad Najib.

Pembiayaan untuk Asian Games ini katanya, masih dalam tahap pengusulan, begitu juga sukses penyelenggaraan ini tidak terlepas dari bantuan dari BPKP.

Sementara, Kepala BPKP Perwakilan Provinsi Sumsel, Iman Achmad Nugraha mengatakan, BPKP bagian dari tim penyelenggaraan Asian Games 2018. Sukses Asian Games bukan hanya dari prestasi tetapi sukses ekonomi dan ada multi efek.

“BPKP sebagai salah satu dibentuk tim nasional, tentunya kami siap mengawal suksesnya Asian Games,” tegasnya. (ril/humas pemrov sumsel)

Related Post