Tuan rumah Arema Cronus sukses membalas dendam atas Sriwijaya FC dengan mencatat kemenangan 2-0 dalam lanjutan grup A turnamen Piala Jenderal Sudirman, Minggu (22/11) di stadion Kanjuruhan Malang. Dengan hasil ini, skuad Singo Edan berhasil revans setelah sebelumnya tersingkir di babak semifinal Piala Presiden dari laskar wong kito, pertengahan Oktober lalu.

Namun pelatih Arema, Joko Susilo menolak bila kemenangan ini merupakan bentuk pembalasan atas kekalahan di Solo lalu. “Sejak awal saya tekankan bahwa laga ini bukan untuk membalas partai di Solo, kemenangan ini murni untuk kepentingan tim di turnamen PJS,” ujarnya usai pertandingan.

Diakuinya, sebelum laga dimainkan, dirinya sudah mengamati permainan SFC kala menghadapi Persegres (19/11) lalu. “Namun, saya pun berdiskusi dengan pemain dan pihak lain, karena banyak masukan positif yang kami terima. Tapi sekali lagi, kami meminta agar Arema tidak jumawa atau takabur walau sudah pasti lolos di babak 8 besar,” ujarnya.

Di sisi lain, asisten pelatih SFC Hartono Ruslan mengaku bahwa anak asuhnya sulit keluar dari tekanan pemain Arema. “Hari ini SFC off day, pemain kami seperti tidak berkembang dan gagal mengatasi pressing ketat pemain Arema,” ungkap eks pelatih Persik Kediri ini.

Meski enggan mencari kambing hitam dari kekalahan ini, namun pihaknya mengakui jadwal padat yang harus diterima SFC cukup berpengaruh pada kondisi Tibo dkk. “Kami masih ada 2 pertandingan yang harus dimainkan, sekarang fokus kami adalah bagaimana secepatnya agar pemain kembali dalam fisik yang prima,” ungkapnya.

Dalam laga ini sendiri, Bendol melakukan 2 perubahan di starting eleven yang dimainkan. Syaiful Indra Cahya masuk sejak menit awal menggantikan Simone Quintieri, sementara Ferdinan Sinaga mengisi posisi TA Musafri. Di menit-menit awal, pertandingan berlangsung dalam tempo cepat dan kedua tim langsung jual beli serangan. Sempat mendapat peluang emas melalui tendangan Achmad Hisyam Tolle yang hanya membentur mistar gawang lawan, SFC akhirnya tertinggal 0-1 setelah sepakan keras Achmad Bustomi dari jarak 30 meter menembus gawang Dian Agus Prasetyo. Rekrutan anyar lainnya, Esteban Viscara semakin memperlebar keunggulan Arema lewat tendangan dari dalam kotak penalti di penghujung babak pertama.

Sempat melakukan pergantian di babak kedua dengan memasukkan darah segar yakni TA Musafri dan Patrich Wanggai, SFC tetap gagal mencetak gol untuk menyamakan kedudukan atau memperkecil kekalahan sehingga skor 2-0 tetap bertahan hingga wasit Oki Dwi Puta meniup peluitnya.