Laga Sriwijaya FC melawan Persegres Gresik, Kamis (19/11) di stadion Kanjuruhan Malang menyisakan cerita bagi manajer anyar laskar wong kito, Nasrun Umar. Kepala Dinas Perhubungan dan Kominfo Sumsel ini mengaku tegang sepanjang 90 menit pertandingan dan beberapa kali terlihat meluapkan emosinya kala puluhan peluang yang gagal dimaksimalkan menjadi gol.

Pertandingan pertama SFC di turnamen Piala Jenderal Sudirman ini sendiri memang menjadi debut Nasrun Umar yang baru ditunjuk menjadi nakhoda baru bagi Titus Bonai dkk pada akhir bulan Oktober lalu. Bahkan sebelum laga dimulai, Nasrun Umar pun mendatangi satu persatu pemain untuk memberikan dukunga semangat khusus. “Pasti ada rasa tegang, karena saya hitung banyak sekali peluang yang kita dapat, bahkan menurut saya seharusnya SFC mampu dengan keunggulan lebih dari 2 gol,” ungkapnya.

Namun dirinya sendiri menyatakan bahwa kemenangan melawan Persegres ini sangat berarti. “Skor 2-0 sama saja dengan 1-0 karena sama-sama dihitung 3 poin di turnamen ini, tapi saya senang karena dari sisi permainan mereka terlihat baik dan bersemangat,” jelasnya. Diakuinya, sepanjang laga dirinya pun terus melancarkan zikir untuk menenangkan emosinya dan membantu perjuangan pemain.

“Saat memasuki menit 90, rasanya juga seperti lama sekali wasit meniup peluitnya. Syukur alhamdullilah, ujian pertama bisa kita lalui dengan baik, tapi pemain jangan terlena karena jalan masih panjang. Target saya kemenangan tetap dapat diteruskan meskipun nanti akan melawan tuan rumah Arema Cronus,” harapnya.

Menurutnya, saat menerima amanah sebagai manajer SFC, dirinya pun sudah menyiapkan mental dan siap untuk dengan segala resikonya. “Seperti di sebuah pertandingan, saya tahu bahwa suatu saat tim ini bisa saja kalah. Tapi bagi saya itu hal biasa, yang saya tekankan adalah apapun hasilnya, mereka harus tetap menunjukkan permainan terbaik,” tambahnya.

Usai pertandingan, sebagai bentuk penghargaan kepada pemain yang sudah bekerja keras, manajer yang juga pernah bermain sebagai pesepakbola ini pun mengajak seluruh anggota tim makan malam bersama di sebuah restoran ternama di Malang. “Pemain harus segera melupakan kemenangan ini, saya sendiri memohon dukungan dan doa dari masyarakat Sumsel serta pecinta SFC agar tim kebanggaan ini terus berprestasi,” pungkasnya.